Nasib Miris Zuckerberg, Sudah Koar-Koar Investor Tetap Tak Percaya

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display, saat menyampaikan pidato yang memperkenalkan lini baru kacamata pintar, selama acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, 17 September 2025. (REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para investor disebut kurang percaya dengan CEO Meta Mark Zuckerberg soal rencana perusahaan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka lebih mempercayai apa yang akan dilakukan induk perusahaan Google, Alphabet untuk inovasi AI.

Kedua raksasa teknologi itu ikut dalam pertarungan sengit industri AI yang tengah berkembang pesat. Baik Meta dan Alphabet juga mencatat pendapatan yang melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir.


Namun Wall Street memberikan reaksi yang berbeda. Saham Alphabet dilaporkan melonjak 7%, sebaliknya Meta menurun 7%.

Saham Alphabet juga melonjak 118% selama setahun terakhir jelang pengumuman laporan keuangan. Angka itu melebihi kenaikan perusahaan lain, yakni Meta sebesar 21%, Amazon 40%, dan Microsoft 8%.

"Google mengungguli pesaingnya, tercermin baik dalam valuasi saat ini," kata analis di DA Davidson, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (30/4/2026).

Pilihan Redaksi
  • Bilangnya Efisiensi, Ongkos AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji Pegawai
  • Foto Kacamata Pintar Samsung Bocor, Harga Rp 6 Juta Ada WiFi-nya
  • Belajar dari Australia, Google dan TikTok Tak Bisa Semena-mena

Sejumlah perusahaan, termasuk Alphabet, menawarkan bisnis infrastruktur cloud yang besar. Hal tersebut membuat para raksasa teknologi bisa mengubah investasi AI menjadi pendapatan.

Langkah berbeda diambil Meta. Pada akhirnya membuat pengembalian investasi berada di tempat lain, yang berarti peningkatan pendapatan iklan dan profitabilitas.

Dalam laporan terbaru, Alphabet memperbarui belanja modal tahun 2026 sekitara US$180 miliar hingga US$190 miliar. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada 2027, ungkap CFO Anat Ashkenazi.

Meta juga menaikkan belanja modal antara USS$125-145 miliar. Langkah ini dilakukan karena memperkirakan harga komponen yang lebih mahal selama tahun 2026 serta tambahan biaya pusat data.

Zuckeberg juga membela diri soal kenaikan pengeluaran perusahaan. Keputusan tersebut diambil untuk pertumbuhan di masa depan dan memperkuat bisnis iklan online.

"Tren beberapa tahun terakhir jelas, kita melihat peningkatan pengembalian investasi pada peningkatan keterlibatan pengguna dan nilai bagi pengiklan," ucapnya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Youtube-Instagram Langgar Hukum,Google & Meta Diperiksa Komdigi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antar Al dan El ke Pelaminan, Ahmad Dhani: Saya Berhasil Didik Anak Masuk Panggung Rumah Tangga
• 17 menit lalugrid.id
thumb
Polisi Naikkan Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky ke Penyidikan
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kursi Roda Didorongi & Dipayungi di Bandara, Jemaah Haji: Seperti Tamu Terhormat
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Sopir Angkot yang Bakar Rekannya di Tanah Abang Ditangkap Polisi
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Pimpinan Komisi VIII soal Polisi Makkah Tangkap 3 WNI: Haji Harus Jalur Resmi
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.