Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengapresiasi capaian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menembus 5 juta ton pada April 2026 dan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
Produksi Tinggi dan Cadangan MelimpahRajiv menyatakan capaian tersebut mencerminkan penguatan ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
“Presiden Prabowo memberi target empat tahun untuk swasembada beras, tetapi Menteri Pertanian hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan produksi beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan, sehingga stok pangan dinilai aman untuk beberapa bulan ke depan.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah hingga 324 hari ke depan. Bahkan setiap bulan produksi beras kita mencapai 5,7 juta ton,” katanya.
Waspada Ancaman IklimRajiv menilai capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis Kementerian Pertanian, seperti ekstensifikasi lahan, penyediaan benih unggul, bantuan alat mesin pertanian, subsidi pupuk, hingga penguatan hilirisasi sektor pertanian.
Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap potensi gangguan iklim, terutama ancaman El Nino yang dapat memicu kemarau panjang.
“Semua prestasi pastinya akan diuji dengan kondisi yang selalu berubah. Tahun ini Kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi El Nino berupa kemarau panjang yang lebih kering yang mengancam produksi pertanian kita,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat dijaga secara berkelanjutan melalui langkah mitigasi yang tepat guna menghadapi berbagai risiko ke depan.




