Bisa Berdampak Serius, Kenali Gejala TBC Sejak Dini

suarasurabaya.net
15 jam lalu
Cover Berita

Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Dalam acara Hexahelix Upaya Kelurahan Siaga TBC, Dr. dr. Tutik Kusmiati, Sp.P., selaku Konsultan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala TBC sejak dini karena penyakit ini dapat menimbulkan dampak serius jika tidak segera ditangani.

Dr. Tutik menjelaskan bahwa bakteri penyebab TBC memiliki karakteristik unik karena dapat “tidur” dalam tubuh manusia selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kondisi ini membuat penyakit tersebut sulit terdeteksi sejak awal.

Menurutnya, penularan TBC sering terjadi tanpa disadari, terutama karena penderita kadang tidak terbuka mengenai penyakitnya. Selain itu, sebagian pasien juga enggan menggunakan masker sehingga berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain di sekitarnya.

“Pasien TBC kadang tidak mau memakai masker sehingga berisiko menularkan penyakit kepada orang lain,” ujarnya.

Pertemuan Hexahelix Upaya Kelurahan Siaga TBC di Surabaya, Kamis (30/4/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Ia menambahkan, risiko penularan dapat meningkat di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Misalnya pada ruang dengan AC atau ruang kerja yang digunakan bersama dalam waktu lama. Dalam situasi seperti ini, satu orang penderita TBC dapat berpotensi menularkan penyakit kepada banyak orang.

“Saya kasih contoh misalnya ada guru, ada ustaz, ada kepala kantor dia bekerja di ruang yang tidak ada sirkulasi udaranya, nah yang seperti itu mencetak TBC-TBC baru,” ujarnya.

Selain menyerang paru-paru, Dr. Tutik juga menjelaskan bahwa bakteri TBC dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya. Hal ini terjadi ketika bakteri berhasil menembus pertahanan di paru-paru dan kemudian menyebar melalui aliran tubuh.

“TBC memang paling sering menyerang paru-paru karena organ ini memiliki kadar oksigen tinggi, tetapi kuman tersebut juga bisa menyebar ke organ lain seperti mata, telinga, hingga usus,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang menunjukkan TBC dapat muncul dengan gejala tidak biasa. Misalnya infeksi telinga yang tidak kunjung sembuh, diare berkepanjangan, hingga gangguan pada mata yang ternyata disebabkan oleh TBC.

“(TBC) Bisa mampir ke telinga, keluar cairan kok tidak selesai-selesai. Dikasih antibiotik bolak-balik tidak sembuh-sembuh, Diare terus-terusan dikasih antibiotik macam-macam, ternyata diarenya tidak sembuh-sembuh, ternyata TBC usus. Jadi TBC ini bisa menyerang seluruh organ tubuh kita,” terang Tutik.

Dr. Tutik menegaskan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat. Jika tidak diobati, TBC dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti batuk darah, kerusakan paru-paru, sesak napas berat, hingga kematian.

“TBC memang tidak langsung mematikan seperti penyakit lain, tetapi berjalan perlahan dan pasti. Jika tidak diobati, dampaknya bisa sangat berat,” katanya.

Sebagai upaya penanganan, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC secara gratis bagi masyarakat. Tidak hanya pasien, anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan penderita juga mendapatkan obat pencegahan tanpa biaya.

“Untuk pasien-pasien TBC itu tidak keluar biaya sepeser pun. Mulai dari pemeriksaan diagnosis sampai pengobatan. Obat pencegahannya sudah disediakan gratis dan bisa diakses dengan mudah,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini, Dr. Tutik berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengenali gejala TBC sejak dini serta membantu menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitar, dan meningkatkan upaya eliminasi TBC di Indonesia diharapkan dapat tercapai. (rzl/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Orang Tua Anak Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Minta Pendampingan LPSK
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Wagub Rano Karno Soroti Perlintasan Sebidang Kereta di Jakarta Imbas Kecelakaan Kereta
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun 0,34 Persen
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPR: Rp 4 Triliun Hanya Cukup Buat Palang Kereta Otomatis, Bukan Flyover-Underpass
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Manasik Terakhir, Jemaah Haji Pagar Alam Siap Berangkat ke Tanah Suci
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.