Terkini, Makassar — Perumda Air Minum Kota Makassar menyiapkan berbagai langkah strategis jangka pendek dan panjang guna mengatasi krisis air bersih yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki dan penyediaan tandon sebagai solusi sementara bagi wilayah terdampak.
“Untuk jangka pendek, kami masih mengandalkan mobil tangki dan tandon. Namun kami akui ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, PDAM juga tetap memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggan sebagai bagian dari fungsi sosial perusahaan.
“Walaupun bukan pelanggan, tetap kami bantu agar kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.
Untuk solusi jangka panjang, PDAM tengah menyiapkan sejumlah alternatif sumber suplai air, di antaranya dari Somba Opu, Moncongloe, serta optimalisasi pompa dari Panaikang.
Langkah ini juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan air seiring pertumbuhan kawasan permukiman baru, termasuk di wilayah Center Point of Indonesia (CPI).
“Kami juga membahas langkah teknis untuk menambah suplai air agar pelayanan tetap maksimal,” jelas Andi Syahrum.
Selain itu, PDAM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan distribusi, termasuk potensi kebocoran pipa yang dapat menghambat suplai air.
Salah satu penanganan dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16, tepatnya di Jembatan Pai, yang berdampak pada gangguan distribusi di sejumlah wilayah seperti BTN Kalamang, BPS, Jalan Goa Ria, hingga Hotel Dalton.
PDAM mencatat bahwa penurunan debit air baku menjadi faktor utama terganggunya layanan.
Saat ini debit air sempat turun dari kondisi normal sekitar 400 menjadi di bawah 100, sebelum akhirnya meningkat kembali ke kisaran 300 setelah hujan.
Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juni hingga Agustus berdasarkan data BMKG, PDAM Makassar telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
Di antaranya penambahan pompa di sejumlah titik, kerja sama dengan pemerintah provinsi dan BPBD, serta pengembangan sumber air alternatif seperti sumur bor.
“Kami sudah siapkan berbagai skenario untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.



