Tanpa Vaksin, Natuna Pastikan Ternak Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Natuna: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memastikan hewan ternak di wilayah perbatasan tersebut terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara alami. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Zulfikar mengatakan, ada dua kategori status bebas PMK yaitu bebas secara alami dan melalui vaksin.

Natuna, kata dia, merupakan wilayah bebas PMK secara alami. Status itu merupakan salah satu wujud keseriusan berbagai pihak dalam menjaga keluar masuk hewan ternak, baik sapi maupun kambing di wilayah itu.

“Kita bebas PMK tanpa vaksin. Ini berkat kerja sama berbagai pihak dalam melakukan pengawasan yang ketat,” ujar Zulfikar di  Natuna, Kamis, 30 April 2026, melansir Antara.

Peternakan sapi di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Ahmad Rifandi.

Ia menjelaskan status bebas PMK tersebut memiliki arti penting bagi Natuna, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi peternak lokal. Dengan status tersebut, para peternak menjadi lebih mudah dalam memasarkan dan mengirimkan hewan ternak ke berbagai daerah tanpa terkendala aturan pembatasan penyakit.

Meski demikian, kata dia, setiap pengeluaran hewan di Natuna tetap melakukan permohonan ke karantina, kemudian dilakukan pemeriksaan serta prosedur lainnya. Tujuannya untuk memastikan semua hewan yang dikirimkan dalam kondisi sehat.

Baca Juga :

Cegah PMK, Karantina NTB Terapkan Uji PCR di Pelabuhan Badas
Menurut Zulfikar, Natuna selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pemasok ternak, khususnya sapi, ke sejumlah wilayah lain di Provinsi Kepri, seperti Tanjungpinang. Tingginya permintaan tersebut didukung oleh jumlah populasi ternak yang cukup besar di Natuna.

“Populasi sapi saat ini mencapai sekitar 9.100 ekor, sementara kambing sekitar 720 ekor,” ujar dia.

Pihaknya akan terus mempertahankan status bebas PMK alami ini dengan memperketat pengawasan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor, sehingga kesehatan hewan ternak tetap terjaga dan kesejahteraan peternak semakin meningkat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program MBG Meluas, Ahli Gizi Kini Jadi Profesi Paling Dicari
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puluhan Petugas Haji Dikerahkan Dampingi Jemaah Lamongan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polemik Usulan Memindah Posisi Gerbong Khusus Perempuan Oleh Menteri PPPA, Pengamat Nilai Kurang Tepat
• 20 jam lalunarasi.tv
thumb
Hapus Outsourcing hingga Tarif Ojol 10%, Ini Isi Tuntutan Buruh di May Day 2026
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar: Asap Membubung, Penghuni Dievakuasi
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.