Sebanyak 89 penghuni telah dievakuasi dalam insiden kebakaran di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Namun, masih ada sekitar 20 orang yang memilih tetap bertahan di dalam unit mereka.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan, proses evakuasi masih terus berlangsung dan jumlah korban yang dievakuasi kemungkinan bertambah.
“Untuk proses evakuasi, hingga saat ini masih terus berlangsung dan jumlahnya masih bertambah. Belum dapat dipastikan kapan evakuasi akan selesai, mengingat bangunan ini memiliki 35 lantai. Data sementara mencatat sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi keluar dari apartemen. Namun, kami masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni, khususnya bagi warga yang sudah keluar lebih dulu sejak pagi hari,” kata Twedi saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4).
Ia menyebut, sebagian penghuni yang masih berada di dalam gedung memilih tidak turun karena kondisi dinilai aman.
“Berdasarkan laporan sementara, masih terdapat sekitar 20 orang yang berada di dalam unit di lantai atas. Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih. Selain itu, lift tidak dapat digunakan, sehingga akses evakuasi hanya melalui tangga darurat,” ucap dia.
Menurut Twedi, kondisi para penghuni yang masih berada di dalam gedung terpantau baik.
“Dari laporan petugas evakuasi dan keluarga, kondisi mereka yang masih berada di atas dalam keadaan baik,” lanjutnya.
Di sisi lain, sejumlah penghuni dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat asap dan telah mendapat penanganan medis.
“Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit oleh PMI dan petugas kesehatan. Sekitar 20 orang telah dibawa ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan,” tutur Twedi.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen serta paguyuban penghuni dalam penanganan kejadian ini.





