Polisi Gunakan TAA untuk Analisis Penyebab Taksi Listrik Ditemper KRL dalam Tragedi Stasiun Bekasi Timur

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Penyebab kecelakaan yang melibatkan kereta dan sebuah taksi di Bekasi Timur, Jawa Barat didalami kepolisian.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin mengatakan penanganan kasus ini kini diperkuat dengan turunnya tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korlantas Polri untuk mengungkap faktor pemicu insiden.

BACA JUGA:Dramatis! Begini Detik-detik Evakuasi Kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren

Dijelaskannya, investigasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan.

Tim TAA dari Direktorat Penegakan Hukum saat ini tengah melakukan kajian mendalam, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.

"Masih kita lakukan pendalaman. Bisa jadi karena human error, faktor kendaraan, faktor jalan, atau bahkan cuaca. Semua masih dalam kajian tim TAA," katanya kepada awak media, Kamis 30 April 2026.

Diterangkannya, fokus penyelidikan kepolisian berada pada peristiwa awal di perlintasan sebidang, yakni tabrakan antara kereta api dan taksi.

BACA JUGA:Diwakili Eng Hian, PBSI Minta Maaf Indonesia Gagal Total di Thomas Cup: Ke Mana Fadil Imran?

Sementara itu, aspek teknis perkeretaapian menjadi ranah KNKT.

"Kita fokus di perlintasan sebidang, khususnya kejadian awal antara kereta dengan taksi. Dari situ akan diungkap empat faktor penyebab kecelakaan," terangnya.

Keempat faktor yang dimaksud meliputi kelalaian manusia, kondisi kendaraan, kondisi jalan, serta faktor cuaca.

Polisi akan menelusuri secara rinci kondisi di lokasi kejadian, termasuk apakah terdapat pelanggaran atau kelalaian dari pengemudi maupun pihak lain.

Terkait dugaan awal, Dirlantas menyebut belum dapat dipastikan apakah kecelakaan dipicu oleh kendaraan atau pengemudi. Semua masih menunggu hasil analisis menyeluruh dari tim TAA.

"Belum bisa disimpulkan apakah dari mobil, sopir, atau faktor lain. Semua masih dalam proses penelitian," paparnya.

BACA JUGA:Thomas Cup 2026: Indonesia Hancur Lebur, Haruskah Fadil Imran Mundur?

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Sebut Negara Wajib Lindungi Semua Pembela HAM, Bukan Tentukan Status Aktivis
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Siak Soroti Overkapasitas Lapas, Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Relokasi
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Eks Menag Lukman Hakim Ingatkan Pejabat Jangan Minim Empati ke Publik | SATU MEJA
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PU: Penyelesaian Tol Serang–Panimbang Dikebut Bertahap
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Menimbang Ulang Impor Gula Rafinasi Satu Pintu oleh BUMN
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.