Liputan6.com, Jakarta - Penghuni Apartemen Mediterania mengeluhkan alarm dan sprinkler tidak bekerja saat kebakaran terjadi. Padahal saat itu, asap kebakaran sudah menyusup ke lantai atas. Kondisi itu membuat penghuni yang tinggal di unit lantai 28 panik.
Pengelola apartemen buka suara. Dipastikan sistem proteksi kebakaran gedung bekerja dengan baik.
Advertisement
"Kondisi sistem proteksi kebakaran gedungnya bekerja dengan sangat baik gitu ya. Karena boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah gitu ya. Tim evakuasi, tim PMI yang sudah standby di sini, tim Damkar juga sudah ada di sini, itu dari sejak pagi," kata Anggi, apartement manager, kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Saat mengetahui ada kebakaran, katanya, semua pihak melakukan koordinasi dengan baik. Termasuk jalur-jalur evakuasi.
"Lift homing, akses rilis, dan dari tadi pun kalau memang zona evakuasi tidak ada, sistem gedung tidak berjalan dengan baik, maka tim dari pemadam kebakaran atau PMI yang tadi melakukan evakuasi tidak akan bisa menggunakan lift. Jadi dari tadi kita evakuasi menggunakan lift. Tadi juga zona evakuasi sampai saat ini alarm masih bunyi," katanya menjelaskan.
Dikarenakan terjadi di tower C, maka proses sistem proteksi kebakaran dan evakuasi hanya dilakukan di tower tersebut.
"Sprinkler akan pecah pada saat di kondisi lantai yang memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain yang tidak mengalami, karena panasnya tidak sampai di sana, itu tidak akan pecah. Seperti itu sistem kerjanya. Jadi kami yang mungkin lebih tahu sistem proteksi kebakaran gedung, kami sudah berupaya sebaik mungkin," ujarnya.



