Nurdin Halid Apresiasi Kinerja Menteri ESDM, Ketahanan Energi Indonesia Naik ke Peringkat Dua Dunia

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Anggota DPR RI Fraksi Golkar Nurdin Halid (NH) memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyusul capaian Indonesia yang dinilai semakin tangguh menghadapi gejolak energi global.

Dalam laporan terbaru JP Morgan bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026, Indonesia menempati posisi kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap krisis energi, khususnya di sektor minyak dan gas.

NH menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan strategis pemerintah, terutama di bawah kepemimpinan Bahlil di sektor energi. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil pemerintah telah memperkuat fondasi kemandirian energi nasional.

“Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ada kerja sistematis dari hulu ke hilir yang dilakukan pemerintah. Saya melihat Menteri ESDM berhasil membaca situasi global dan menyiapkan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan,” ujar Nurdin Halid pada Kamis, 30 April 2026.

Diketahui, Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia menggunkan tiga strategi utama yang didorong pemerintah, yakni peningkatan produksi minyak dan gas domestik, diversifikasi energi melalui program biodiesel, serta pengembangan bahan bakar alternatif seperti bioetanol mer.

Menurut Nurdin, kebijakan seperti B50 dan E20 merupakan langkah konkret untuk menekan ketergantungan impor energi, yang selama ini menjadi titik lemah banyak negara.

“Negara-negara maju justru terpukul karena terlalu bergantung pada impor. Indonesia sekarang menunjukkan arah berbeda—memanfaatkan sumber daya sendiri sebagai kekuatan utama,” katanya.

Lebih lanjut, Nurdin Halid juga menilai langkah diversifikasi energi seperti pengembangan dimethyl ether (DME) dan compressed natural gas (CNG) sebagai substitusi LPG impor merupakan keputusan strategis di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Dalam laporan JP Morgan, ketahanan energi Indonesia ditopang oleh tingginya produksi batu bara domestik serta kapasitas sebagai eksportir utama batu bara termal dunia. Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu produsen gas alam penting secara global.

Nurdin menegaskan, capaian ini harus menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan agar ketahanan energi tidak hanya kuat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

“Ke depan, kita tidak boleh berhenti. Ketahanan energi harus dibarengi dengan transisi menuju energi bersih agar Indonesia tidak hanya tahan krisis, tetapi juga kompetitif di masa depan,” ujarnya.

NH pun berharap sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat terus diperkuat guna menjaga momentum positif tersebut di tengah dinamika energi global yang kian kompleks. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Turun ke Level 51,57 di April 2026, Masih di Zona Ekspansi
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
[FULL] Cerita Tim SAR Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta, MTI Soroti Penyebab Kecelakaan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Diduga Praktik Ilegal, Jeni Rahmadial Fitri Dicabut dari Puteri Indonesia Riau 2024
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Na Daehoon Murka, Ketiga Anaknya Foto Bareng Selingkuhan Jule
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Hardiknas 2026 Tanggal Berapa? Simak Sejarah, Makna, dan Sosok di Baliknya
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.