Peringatan Hardiknas lahir dari sebuah perjuangan yang tidak mudah. Jauh sebelum kemerdekaan diproklamasikan, akses pendidikan di Indonesia hanya hak istimewa bagi masyarakat yang lahir dari kalangan ningrat atau berada di bawah naungan penguasa kolonial.
Di tengah ketidakadilan itulah muncul seorang tokoh yang berani mengubah sistem yang telah lama mengakar. Ki Hajar Dewantara percaya ilmu seharusnya bisa menyinari setiap sudut negeri tanpa memandang asal-usul atau status sosial.
Semangat perjuangan itu pula yang membuat Hardiknas selalu terasa relevan di setiap era. Tantangan boleh berganti, namun esensi perjuangannya tetap sama yaitu memastikan setiap anak bangsa mendapat hak yang sama untuk tumbuh dan belajar.
Hardiknas seharusnya menjadi titik awal, bukan titik akhir dari komitmen masyarakat terhadap pendidikan yang adil dan merata. Sebab, pendidikan adalah investasi paling berharga yang bisa diberikan sebuah negara kepada generasi penerusnya.
Lantas, kapan Hardiknas diperingati? Simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari laman guruinformatif.id: Hardiknas 2026 Diperingati Tanggal Berapa? Hardiknas secara resmi diperingati setiap tanggal 2 Mei. Penetapan tanggal ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara terhadap hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, yang lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.
Melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 pada 28 November 1959, pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari besar nasional. Meskipun bukan hari libur umum, tanggal ini menjadi momentum sakral bagi seluruh instansi pendidikan untuk melakukan upacara dan refleksi tahunan.
Hardiknas 2026 jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi para guru, siswa, dan masyarakat luas untuk bersama-sama merefleksikan kualitas pendidikan yang telah dicapai, sekaligus memperbarui komitmen untuk terus memperjuangkan cita-cita Ki Hajar Dewantara.
Baca Juga :
30 Ide Kegiatan Hari Pendidikan Nasional di Sekolah yang Meriah dan BerkesanMasa pengasingan tersebut justru menjadi titik balik untuk mempelajari sistem pendidikan maju di Eropa yang kemudian dibawa kembali ke Tanah Air. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta, yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa di tengah keterbatasan zaman penjajahan. Semboyan Pendidikan sebagai Pilar Karakter Bangsa Ki Hajar Dewantara meninggalkan warisan filosofis berupa tiga semboyan utama yang menjadi fondasi pendidikan hingga hari ini:
- Ing Ngarsa Sung Tuladha yang berarti di depan memberikan teladan yang baik.
- Ing Madya Mangun Karsa yang berarti tengah membangun semangat dan kemauan.
- Tut Wuri Handayani yang berarti belakang memberikan dorongan dan motivasi.
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai Hardiknas 2026 tanggal berapa dan sejarah singkatnya. Semoga informasi ini dapat membantu, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





