KSP Dudung Akan Hadiri May Day untuk Dengar Aspirasi Buruh

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman akan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 pada Jumat (1/5/2026) besok untuk melihat dan mendengar secara langsung aspirasi para buruh.

“Tentunya saya juga nanti akan hadir dan saya akan melihat dan mendengar bagaimana aspirasi dari buruh,” ujar Dudung di Jakarta, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.

Dudung menyampaikan, aspirasi para buruh juga akan didengar dan direspons oleh Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara May Day besok.

Baca juga: KSP Dudung Akan Babat Praktik Tak Benar di Program MBG hingga Sekolah Rakyat

Eks kepala staf TNI Angkatan Darat ini berharap puncak Hari Buruh 2026 akan berlangsung dengan kondusif, aman, dan lancar.

“Saya yakin Bapak Presiden pun akan merespons apa yang nanti akan disampaikan. Saya yakin bahwa rakyat Indonesia ini menjunjung tinggi moralitas, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Dudung.

Presiden Prabowo Subianto diagendakan akan menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day di Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026 mendatang.

"Presiden Prabowo insyaallah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional Jakarta," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Prabowo Akan Hadiri May Day di Monas, Disebut Tanda Pemerintah Berdiri Bersama Pekerja

Qodari menyebutkan, kehadiran Prabowo menandakan posisi pemerintah adalah bersama pekerja atau buruh, bukan berhadapan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menekankan, pemerintah hadir untuk melindungi pekerja, sekaligus menjaga lapangan kerja.

"Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan pekerja atau buruh, melainkan berdiri bersama pekerja dan buruh. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja," ujar Qodari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penertiban Pengamat hingga Inflasi Pengamat, Akademisi Ungkap Risiko Komunikasi Pejabat ke Publik
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Raih Emas Panjat Tebing di Asian Beach Games 2026
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Dorong Hilirisasi Berbasis Teknologi Terbaik dan Bermanfaat untuk Rakyat
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
640 Peserta Ikut Tes Wawancara PPDB SMA Unggul Garuda, Ini Bocoran Seleksinya
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Arief Rosyid dorong pembuatan film perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.