Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Padang untuk meraih pengakuan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai Sumatra Barat, khususnya Padang, memiliki potensi besar dalam sektor gastronomi dengan kuliner ikonis seperti rendang yang telah mendunia, serta beragam kuliner khas lainnya.
Hal tersebut disampaikan Menpar saat mengunjungi Sate Mak Syukur, salah satu ikon kuliner daerah, dalam kunjunga kerja ke Sumatra Barat, Rabu (29/4/2026).
“Kami bersama industri dan dinas pariwisata akan mengembangkan paket wisata yang mengangkat kekuatan gastronomi Kota Padang dan Sumatra Barat secara keseluruhan,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Kamis (30/4).
Sebagai bagian dari penguatan promosi, Kemenpar juga mendorong penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumatra Barat pada 2027, melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan di Bali, Yogyakarta, dan Solo.
Menpar kemudian melanjutkan kunjungan ke Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi yang dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner lokal.
Melalui kunjungan ini, Menpar juga menyerap berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan daerah terkait pengembangan pariwisata, mulai dari kebutuhan investasi, infrastruktur dasar, penyelenggaraan event, hingga penguatan promosi dan paket wisata.
Baca Juga: Geopolitik Memanas, Kemenpar Geser Fokus Pariwisata dari Barat ke Asia
Baca Juga: Dari Banjar ke Dunia, Soto Banjar Siap Jadi Identitas Gastronomi Indonesia
Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan perpanjangan landasan bandara di Mentawai untuk mendukung aksesibilitas destinasi.
“Kami ingin memastikan kebutuhan di destinasi dapat terpenuhi, baik dari sisi infrastruktur, investasi, maupun penguatan promosi, sehingga pariwisata dapat berkembang secara optimal,” kata Menpar.





