Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong desa mengelola sampah secara mandiri guna menekan biaya pengangkutan yang mencapai lebih dari Rp100 miliar per tahun sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Beban Sampah dan Biaya PengangkutanKabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6,19 juta jiwa menghasilkan sekitar 3.000 ton sampah per hari.
Setiap warga rata-rata menghasilkan sekitar setengah kilogram sampah per hari.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat ini hanya mampu mengangkut sekitar 1.500 ton sampah per hari.
Sisa sampah yang tidak terangkut harus ditangani langsung di tingkat desa.
“Dari 1.500 ton itu membutuhkan biaya lebih dari Rp100 miliar per tahun. Maka kami ingin lebih efektif, lebih efisien, dan ini bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi buat desa masing-masing,” kata Rudy.
Pengelolaan sampah di desa ditegaskan tidak berkaitan langsung dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik yang akan dibangun di TPA Galuga.
Pemerintah daerah memilih fokus menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yaitu di desa.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
Pemberdayaan Desa dan Potensi EkonomiDesa didorong menjadikan pengelolaan sampah sebagai potensi ekonomi baru berbasis masyarakat.
Program yang dikembangkan antara lain kampung ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami ingin desa menjadi rapi, desa menjadi bersih, desanya menjadi sehat, dan ke depan pengelolaan sampah ini bisa menjadi penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan ke desa.
Pendampingan dilakukan melalui pembangunan kampung ramah lingkungan dengan pendekatan jemput bola agar masyarakat lebih cepat terlibat.
Implementasi program ini salah satunya dilakukan di kawasan Parung melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, RT, RW, dan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan.
“Jadi bukan hanya pemerintah yang bergerak, masyarakat juga ikut menjaga dan melaksanakan kebersihan lingkungannya masing-masing,” kata Rudy.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514925/original/049442000_1772121269-7.jpg)

