Rudy Susmanto Dorong Desa Kelola Sampah untuk Tekan Biaya Miliaran dan Ciptakan Lingkungan Sehat

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong desa mengelola sampah secara mandiri guna menekan biaya pengangkutan yang mencapai lebih dari Rp100 miliar per tahun sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Beban Sampah dan Biaya Pengangkutan

Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6,19 juta jiwa menghasilkan sekitar 3.000 ton sampah per hari.

Setiap warga rata-rata menghasilkan sekitar setengah kilogram sampah per hari.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat ini hanya mampu mengangkut sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Sisa sampah yang tidak terangkut harus ditangani langsung di tingkat desa.

“Dari 1.500 ton itu membutuhkan biaya lebih dari Rp100 miliar per tahun. Maka kami ingin lebih efektif, lebih efisien, dan ini bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi buat desa masing-masing,” kata Rudy.

Pengelolaan sampah di desa ditegaskan tidak berkaitan langsung dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik yang akan dibangun di TPA Galuga.

Pemerintah daerah memilih fokus menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yaitu di desa.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.

Pemberdayaan Desa dan Potensi Ekonomi

Desa didorong menjadikan pengelolaan sampah sebagai potensi ekonomi baru berbasis masyarakat.

Program yang dikembangkan antara lain kampung ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami ingin desa menjadi rapi, desa menjadi bersih, desanya menjadi sehat, dan ke depan pengelolaan sampah ini bisa menjadi penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan ke desa.

Pendampingan dilakukan melalui pembangunan kampung ramah lingkungan dengan pendekatan jemput bola agar masyarakat lebih cepat terlibat.

Implementasi program ini salah satunya dilakukan di kawasan Parung melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, RT, RW, dan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan.

“Jadi bukan hanya pemerintah yang bergerak, masyarakat juga ikut menjaga dan melaksanakan kebersihan lingkungannya masing-masing,” kata Rudy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lugimen Bisa Cuci Darah Dua Kali Sepekan Tanpa Biaya dengan BPJS Kesehatan, Begini Ceritanya
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Dudung hingga KDM Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Carlos Pena Warning Persita Jelang Hadapi PSIM: Lupakan Masa Lalu, Fokus Bidik Kemenangan di Bantul
• 1 jam lalubola.com
thumb
Pertama dalam Sejarah, Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas 2026
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kemenkum Bengkulu kukuhkan 51 paralegal dan tekankan peran sosial
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.