Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia dan BP BUMN merestrukturisasi besar-besaran dengan mengkonsolidasikan empat manajer investasi (MI) ke dalam PT Danareksa. Entitas tersebut yakni PT Mandiri Manajemen Investasi yang merupakan anak usaha Bank Mandiri (BMRI), kemudian PT BRI Manajemen Investasi yang di bawah Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Selain itu, juga ada PT BNI Asset Management sebagai bagian dari Bank Negara Indonesia (BBNI) hingga PT PNM Investment Management yang terafiliasi dengan BRI melalui Permodalan Nasional Madani. Danareksa yang sebelumnya beroperasi sebagai holding lintas sektor BUMN tersebut akan dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai entitas pengelola aset atau asset management.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan transformasi ini diproyeksikan bakal mengerek posisi Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar nomor dua di Indonesia. Dengan integrasi MI Himbara, total dana kelolaan diproyeksikan mencapai Rp 185 triliun.
Dony mengatakan aksi itu lewat pemisahan bisnis atau spin-off sejumlah anak usaha yang tidak sejalan dengan fokus utama sebagai pengelola aset. Transformasi itu mencakup dua agenda besar, yakni spin-off dan konsolidasi lintas sektor.
Selain itu, Dony juga mengatakan unit bisnis seperti kawasan industri, konstruksi (karya), kliring, hingga jasa keuangan yang sebelumnya berada di bawah Danareksa akan dilepas dan dialihkan ke masing-masing holding sektoral sesuai dengan kompetensi inti tiap sektor.
Proses pelepasan anak usaha itu ditargetkan rampung sepenuhnya pada pertengahan bulan depan, dengan pengumuman resmi hasil konsolidasi dijadwalkan pada 10 Mei mendatang.
“Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management. Kembali ke khitahnya. Jadi itu ada empat asset management kami (BUMN), itu akan menjadi Danareksa,” kata Dony kepada wartawan, Kamis (30/4).
Dony Oskaria menyampaikan perubahan model bisnis dari holding multi-sektor menjadi perusahaan pengelola aset yang terfokus ini diharapkan dapat membuat Danareksa beroperasi lebih efisien, solid, dan mampu mengoptimalkan nilai aset negara secara lebih profesional.
“Danareksa tidak holding lagi. Tapi menjadi merger menjadi satu company yang kuat dan itu akan menjadi asset management yang nomor dua terbesar," ujar Dony.
Sebelumnnya Danantara mengakuisisi empat manajer investasi (MI) milik bank BUMN melalui PT Danantara Asset Management (Persero). Total nilai transaksi ini mencapai sekitar Rp 2,7 triliun dalam perjanjian jual beli bersyarat dengan sejumlah bank pelat merah.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI akuisisi pertama dilakukan terhadap PT Mandiri Manajer Investasi dari anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yakni PT Mandiri Sekuritas. Transaksi senilai Rp 1 triliun tersebut mencakup 1.499 saham atau sekitar 99,93% kepemilikan dan efektif pada 1 April 2026.
Selanjutnya, Danantara mengakuisisi PT BNI Asset Management dari anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yaitu PT BNI Sekuritas. Akuisisi ini dilakukan pada tanggal yang sama dengan nilai Rp 359,64 miliar sekitar 99,9% saham. Danantara juga mengambil alih PT BRI Manajemen Investasi milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Dalam transaksi ini, Danantara membeli sekitar 65% saham atau setara 19,5 juta lembar senilai Rp975 miliar.
Terakhir, Danantara mengakuisisi PT PNM Investment Management dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Transaksi itu sebanyak 99,999% atau 109.999 lembar senilai Rp 345 miliar pada 1 April 2026.



