Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
UNESCO memberikan pengakuan internasional kepada tiga geopark Indonesia melalui penyerahan sertifikat UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam seremoni resmi yang diikuti puluhan negara.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Rinjani, Toba Caldera, dan Ciletuh-Pelabuhanratu yang berhasil melewati proses revalidasi pada 2025 dan memperoleh status Green Card. Sertifikat diterima oleh Muhamad Oemar selaku perwakilan Indonesia.
UGGp merupakan kawasan geografis dengan nilai geologis penting secara internasional yang dikelola secara terpadu melalui pendekatan perlindungan, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ananto Kusuma Seta, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga warisan alam sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak di dunia telah membuktikan kemampuan dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan,”ujar Ananto dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Dalam seremoni yang sama, Kepala Seksi Ilmu Kebumian dan Geopark UNESCO, Kristof Vandenberghe, menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi jaringan geopark global.
Ia menyebutkan beberapa kendala utama antara lain keterbatasan pendanaan, kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap keahlian, hingga kebutuhan peningkatan kolaborasi internasional dan infrastruktur.
Meski demikian, UNESCO menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan geopark dunia, termasuk melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, akses pendanaan, serta penguatan jejaring global.
Dengan pengakuan ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya di tingkat internasional dalam pengelolaan geopark berbasis keberlanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal di kawasan tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





