MPMX Kantongi Laba Bersih Rp173 Miliar di Kuartal I 2026

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4 triliun atau turun empat persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I 2026. Meski begitu, laba bersih tumbuh delapan persen (yoy) menjadi Rp173 miliar, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 4,3 persen.

Grup CFO MPMX Beatrice Kartika menyampaikan, perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan.

“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini. Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Baca Juga :

TOBA Catat Kenaikan Pendapatan Konsolidasi 20,5% di Kuartal I-2026
 


(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa) Fokus penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi Secara segmentasi, ia mengungkapkan, kinerja perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi. Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan kinerja operasional yang beragam.

Bisnis distribusi mencatatkan penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar lima persen (yoy), sementara pendapatan purna jual meningkat empat persen (yoy). Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat sebesar tiga persen (yoy), meskipun pendapatan purna jual turun dua persen (yoy).

Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17 persen (yoy) menjadi Rp204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti. Namun, biaya pendapatan juga ikut menurun sebesar 22 persen (yoy).

Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun empat persen (yoy) menjadi Rp368 miliar. Meskipun demikian, laba kotor meningkat sembilan persen (yoy) menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor menjadi 22,6 persen.

Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebesar 43 persen (yoy). Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional, beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp38 miliar. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Penghuni Apartemen Mediterania Menerjang Asap untuk Menyelamatkan Diri
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PPPA Kecam Penganiayaan di Daycare Aceh: Anak Tak Boleh Jadi Korban Kelalaian Sistemis
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Sejarah Hari Buruh: Peristiwa di Balik May Day
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspada, Penerimaan Pajak 2026 Berpotensi Meleset hingga Rp484 Triliun
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Roblox Wajibkan Verifikasi Usia, 23 Juta Akun Anak di Indonesia Dipindah ke Kids
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.