CJIBF dan UMKM Grande 2026 Dorong Investasi Jawa Tengah

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah siap menggelar kembali Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande tahun 2026 sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan investasi, perdagangan, hingga pemberdayaan UMKM. Dua agenda tahunan ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing Jawa Tengah di tengah tantangan ekonomi global yang semakin berat.

Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah Mohammad Noor Nugroho menuturkan bahwa CJIBF tahun 2026 akan berfokus pada sektor investasi dengan mengundang investor asing maupun domestik untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Nugroho pun menyebut bahwa investasi menjadi salah satu motor utama dari pertumbuhan ekonomi yang perlu terus diperkuat.

“CJIBF tahun 2026 ini akan heavy tentang investasi. Kita berupaya mengundang investor asing dan domestik untuk melakukan investasi di Provinsi Jawa Tengah. Investasi ini menjadi penting untuk penggerak pertumbuhan ekonomi, apalagi untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun 2026 dan 2027,” tutur Nugroho dalam press conference CJIBF dan UMKM Grande 2026, Rabu (29/04/2026).

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa perekonomian Jawa Tengah pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37%, dengan investasi menjadi kontributor terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga. Adapun nilai investasi pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp88 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 6,76%, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kalau kita ingin mendukung target pertumbuhan nasional hingga 8%, maka investasi harus terus didorong. Tahun lalu investasi menjadi sumber pertumbuhan yang sangat penting dan tahun ini diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi lagi bahkan di atas 7%,” tambahnya.

Terkait CJIBF, Nugroho menerangkan bahwa pada tahun 2026 forum ini mengusung tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”. Forum ini dijadwalkan akan berlangsung pada 11-12 Mei 2026 dengan rangkaian kegiatan mulai dari business forum, one on one meeting, investor networking, serta investment visit ke sejumlah proyek unggulan di Jawa Tengah.

Menurutnya, CJIBF ini tidak hanya menjadi ajang untuk melakukan promosi investasi, melainkan juga menjadi tempat bertemunya kepala daerah dari 35 kabupaten/kota dengan calon investor potensial melalui pertemuan khusus agar peluang investasi dapat dibahas lebih detail.

“Kami ingin mempertemukan kepala daerah dan project owner dengan calon investor melalui one on one meeting. Harapannya, dari situ bisa digali lebih detail minat investasi asing maupun domestik terhadap proyek-proyek unggulan yang ada di Jawa Tengah,” katanya

Tak hanya CJIBF, Bank Indonesia Jawa Tengah juga akan menggelar acara UMKM Grande tahun 2026 yang akan berlangsung pada 7-11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang. Nugroho menjelaskan bahwa UMKM Grande mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia” untuk mempromosikan dan mendorong peningkatan daya saing produk UMKM unggulan Jawa Tengah.

“Makna Grande itu adalah GReen, kerakyatAN, Digital, dan Export. Jadi kita mendorong UMKM yang berwawasan lingkungan, berpihak pada ekonomi rakyat, memanfaatkan teknologi digital, dan memiliki kualitas ekspor agar mampu membuka pasar yang lebih luas,” tuturnya.

Mengenai detail acara, Nugroho menjelaskan bahwa akan ada sekitar 75 UMKM yang ikut serta dalam pameran ini. Adapun bidang usaha UMKM yang akan bergabung dalam acara UMKM Grande ini adalah UMKM dari bidang usaha minuman dan makanan, furniture, home deco, wastra dan fashion, kriya dan aksesoris, hingga kopi.

"Untuk UMKM Grande ini kita akan mengikutsertakan sekitar 75 UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, furnitur, home decor, wastra dan fashion, kriya dan aksesoris, serta kopi,” jelas Nugroho.

Di sisi lain, Nugroho juga menegaskan bahwa UMKM Grande pada tahun 2026 ini akan menghadirkan sejumlah inovasi baru seperti Sustainability Hub, layanan Aku Bisa Sejahtera, hingga live selling yang akan bekerja sama dengan affiliator guna memperluas jangkauan pasar secara digital.

“Yang baru tahun ini ada Sustainability Hub untuk edukasi pertanian berkelanjutan dan perhitungan emisi karbon, lalu Aku Bisa Sejahtera bersama OJK dan perbankan, serta live selling yang sangat relevan dengan tren saat ini. Harapannya, acara ini tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberi value added bagi UMKM agar semakin siap bersaing,” tutupnya. (Fadya Jasmin Malihah)



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kanselir Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran, Trump Langsung Lakukan Ini
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Imigrasi Bakal Deportasi 26 WNA Korban Penyekapan Bali
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Sempat Kepincut, Bojan Hodak Waspadai Ancaman 2 Pemain Anyar Bhayangkara FC
• 13 jam lalubola.com
thumb
Ikut Nikmati Duit Korupsi, Suami Bupati Fadia Dicecar KPK soal Aliran Uang
• 23 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Pasang Badan untuk MBG: Apa Salahnya Uang Negara Kembali ke Rakyat?
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.