Jakarta, tvOnenews.com - Nasib Persis Solo di Super League 2025-2026 kian berada di ujung tanduk. Hingga pekan ke-30, Laskar Sambernyawa masih belum mampu keluar dari zona berbahaya dan kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara.
Dari total 30 pertandingan yang telah dilakoni, Persis baru mengoleksi 27 poin hasil dari enam kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Raihan tersebut membuat posisi tim asuhan Milomir Seslija belum aman dari ancaman degradasi, bahkan semakin tertekan dengan hanya menyisakan empat laga tersisa di musim ini.
Situasi ini jelas menjadi alarm bahaya bagi seluruh elemen tim. Dengan selisih poin yang tipis dan persaingan ketat di papan bawah, setiap pertandingan kini layaknya final bagi Persis Solo demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Ujian berat langsung menanti di pekan ke-31 saat Persis harus menghadapi Malut United FC.
Meski laga digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, yang relatif dekat dari Solo, duel ini dipastikan tidak mudah. Pasalnya, Malut United saat ini merupakan salah satu tim papan atas yang menghuni posisi keempat klasemen.
Tantangan belum berhenti di situ. Pada pekan ke-32, Persis akan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Manahan. Lawan yang datang bukan sembarang tim, karena Persebaya kini berada di peringkat kelima dan tengah bersaing di papan atas.
Tekanan semakin besar ketika memasuki pekan ke-33. Persis kembali harus menghadapi tim kuat lainnya, yakni Dewa United Banten FC yang kini bertengger di posisi ketujuh dengan koleksi poin yang jauh lebih unggul.
Laga terakhir di pekan ke-34 pun tak kalah berat. Persis dijadwalkan bertandang ke markas Persita Tangerang di Indomilk Arena. Persita sendiri saat ini berada di papan tengah dan tetap berpotensi menjadi batu sandungan serius bagi ambisi Persis.
Dengan rangkaian laga berat tersebut, Persis Solo praktis menghadapi “jadwal neraka” di sisa musim ini. Tak hanya dituntut meraih poin maksimal, Laskar Sambernyawa juga harus berharap para pesaing di zona degradasi terpeleset.
Empat pertandingan tersisa akan menjadi penentu hidup-matinya Persis di BRI Super League musim ini. Jika gagal memaksimalkan peluang, ancaman turun kasta bukan lagi sekadar bayang-bayang, melainkan kenyataan pahit yang bisa saja terjadi.




