Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

disway.id
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah memulai babak baru program hilirisasi nasional. Sebanyak 13 proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Peresmian groundbreaking Danantara Fase II 2026 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:Menuju Mekkah, Jemaah Indonesia Miqot di Bir Ali

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan berhenti pada tahap ini. Sejumlah proyek lanjutan bahkan telah disiapkan untuk memperluas cakupan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari energi hingga pertanian.

Program ini juga ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa pihaknya berfokus mengoptimalkan aset strategis BUMN agar proyek hilirisasi memiliki fondasi pendanaan yang kuat.

Menurut Rosan, sinergi antar-lembaga menjadi kunci agar proyek berskala besar tersebut berjalan terukur sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek ini digarap oleh PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional.

BACA JUGA:Imigrasi Ciduk 16 WNA Pelaku Love Scam di Sukabumi, Langsung Dideportasi!

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan bahwa pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar.

“Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panas! Erin dan ART Saling Lapor Polisi, Dugaan Penganiayaan Dibalas Pencemaran Nama Baik
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Liga Europa: Gol Chris Wood dan Ketangguhan Ortega Menangkan Nottingham Forest atas Aston Villa
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Sopir Tak Kunjung Muncul, Petugas Derek Mobil Parkir di Trotoar Jalan Medan Merdeka
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Kemenhaj: Tiga WNI Ditangkap di Saudi Petugas Haji Tenaga Pendukung Direkrut di Jeddah
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kim Jong Un Puji Aksi Bunuh Diri Tentara Korut di Perang Rusia-Ukraina
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.