Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menjaga stabilitas antara kedua negara adidaya. Beberapa minggu sebelum Presiden Donald Trump mengunjungi Beijing, China memperingatkan bahwa Taiwan titik risiko terbesar.
Dilansir AFP, Jumat (1/5/2026), dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Wang Yi mengatakan bahwa Beijing dan Washington harus "menjaga stabilitas yang telah susah payah diraih" dalam hubungan China-AS, kata Kementerian Luar Negeri China.
Pembicaraan tersebut juga membahas Timur Tengah, di mana China telah menjadi mitra utama Teheran tetapi sebagian besar menjaga jarak setelah Trump bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran, yang menyebabkan harga minyak global anjlok.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengkonfirmasi percakapan telepon tersebut dan mengatakan itu untuk mengatur perjalanan Trump tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.
Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 14-15 Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping--kunjungan pertama miliarder Republikan itu ke negara saingan tersebut sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025.
Selama tahun pertama Trump kembali menjabat, Washington dan Beijing berselisih mengenai perdagangan dan tarif hingga gencatan senjata diumumkan pada Oktober, ketika Trump dan Xi bertemu di Korea Selatan.
(rfs/rfs)





