Hiu Martil Terancam Punah, Populasi Turun Lebih dari 80 Persen

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Nelayan memotong sirip hiu martil di pasar ikan tradisional di Banda Aceh, Indonesia, Rabu (29/4/2026). Populasi hiu martil dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis hingga saat ini.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan spesies ini belum mengalami pemulihan signifikan. Secara global, penurunan populasi hiu martil telah terjadi secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Dalam kajian konservasi oleh International Union for Conservation of Nature, spesies ini berstatus Kritis (Critically Endangered) dengan tren populasi terus menurun.

Populasi hiu martil telah mengalami penurunan lebih dari 80 persen secara global akibat penangkapan berlebih dan perdagangan sirip hiu. Hiu martil memiliki laju reproduksi yang lambat, yakni hanya berkembang biak setiap 2–3 tahun. Kondisi ini menyebabkan spesies tersebut sangat rentan terhadap eksploitasi dan sulit pulih.

Para peneliti menegaskan bahwa eksploitasi berlebihan, tangkapan sampingan (bycatch), serta kerusakan habitat pesisir menjadi faktor utama menurunnya populasi hiu martil. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka spesies ini berisiko mengalami kepunahan di alam liar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebagai predator puncak, hiu martil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Hilangnya spesies ini dapat memicu ketidakseimbangan rantai makanan dan berdampak luas terhadap kesehatan laut.

Pemerintah Indonesia telah mengatur pemanfaatan hiu martil melalui pembatasan perdagangan dan pengawasan penangkapan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan nelayan. Masyarakat diimbau untuk tidak menangkap hiu martil, serta segera melepaskannya kembali ke laut jika tertangkap secara tidak sengaja. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan spesies yang kini berada di ambang kepunahan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : EPA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Baik bagi Driver Ojol! Prabowo Teken Perpres, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Tahun Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KA Argo Bromo Tabrak Toyota Avanza Pengantar Jamaah Calon Haji di Grobogan, 4 Tewas
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Cegah Konflik, Penetapan Batas Desa Harus Segera Diselesaikan Secepatnya!
• 12 jam laluokezone.com
thumb
China Wanti-wanti AS Jaga Stabilitas, Taiwan Jadi Titik Risiko Terbesar
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.