Ekonom Apresiasi Peran Vital Buruh, Ajak Aksi Damai dalam May Day

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ekonom Dr. Surya Vandiantara menilai kontribusi buruh pada perekonomian Indonesia sangat besar. Sebab, tanpa ada buruh tidak akan ada aktivitas produksi.

"Buruh merupakan tonggak utama dalam membangun perekonomian Indonesia. Tanpa kontribusi buruh, berbagai aktivitas produksi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak akan pernah tercapai," kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini.

Terlebih, perjuangan kaum buruh telah mendorong berbagai kebijakan yang berdampak luas pada masyarakat, seperti adanya Upah Minimum Regional (UMR), Tunjangan Hari Raya (THR), hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Menurut Surya, kontribusi buruh itu patut diapresiasi. 

"Perjuangan kaum buruh tentunya harus diapresiasi. Misalnya, setiap kenaikan UMR akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, karena pendapatan kaum buruh itu juga dapat diserap maksimal oleh pasar (konsumsi domestik)," terangnya. 

Bahkan, menurut Surya, kenaikan UMR itu pun turut memutar roda perekonomian nasional, karena pendapatan buruh sebagian besar juga dibelanjakan pada produk UMKM.

"Kaum buruh terbukti membelanjakan pendapatannya pada pengusaha skala UMKM, sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan baik," jelasnya. 

Melihat peran vital tersebut, Surya mengajak kaum buruh untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis dalam aksi demonstrasi yang dapat merugikan iklim bisnis, terlebih pada aksi May Day 2026 ini. 

"Pengusaha memang harus mempertimbangkan kesejahteraan buruh. Namun buruh sebagai komponen terpenting dalam menjalankan roda produksi juga jangan melakukan aksi sabotase, mogok kerja atau aksi rusuh yang merusak iklim bisnis," kata Surya. 

Menurutnya, keberhasilan perjuangan kaum buruh harus diukur dari tingkat kesejahteran yang dicapai. Bukan soal aksi sabotase, mogok kerja atau demonstrasi yang rusuh. 

"Keberhasilan perjuangan  kaum buruh tidak dapat diukur dengan keberhasilan melakukan sabotase atau mogok kerja hingga perusahaan bangkrut. Sebaliknya, keberhasilan kaum buruh harus diukur berdasarkan tingkat kesejahterannya. Seperti perjuangan menuntut UMR itu sejatinya perjuangan guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik," pungkasnya.(chm)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
McDonald's Siapkan Nobar Piala Dunia 2026, Coaching Clinic, hingga Hadiah Tiket Nonton
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Perkembangan Penyelidikan Insiden Maut KA Tabrak KRL di Bekasi Timur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
GMTD Tebar Dividen dan Sahkan Pengurus Baru di RUPS 2026
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Mantan Direktur SMP Ditjen PAUD Kemendikbudristek Dinyatakan Bersalah, Dipenjara 4,5 Tahun
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Rutan Kelas IIB Raha Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 dengan Baksos dan Bantuan Usaha
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.