Serangan dan Sanksi Bertubi-tubi! Iran Terpojok, Peta Energi Dunia Berubah Drastis

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat tajam dan mulai menunjukkan dampak global yang semakin luas. Perkembangan terbaru pada Selasa, 28 April 2026, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang melibatkan Iran, negara-negara Teluk, Amerika Serikat, hingga kekuatan global lainnya.

Negara-Negara Teluk Bersatu Tolak Klaim Iran atas Selat Hormuz

Pada 28 April 2026, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memimpin pertemuan penting negara-negara Teluk di Jeddah. Pertemuan ini menjadi forum tatap muka pertama sejak pecahnya konflik Iran dalam putaran terbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)—yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar—mengeluarkan sikap tegas:

Sekretaris Jenderal GCC, Jassim Al-Budaiwi, menegaskan bahwa: “Tidak ada alasan yang dapat membenarkan pungutan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.”

Selain itu, negara-negara Teluk juga menyepakati langkah strategis:

Amerika Serikat Perluas Sanksi dan Perketat Blokade

Di hari yang sama, pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Keuangan mengumumkan sanksi terhadap 35 entitas dan individu yang diduga terlibat dalam sistem “perbankan bayangan” Iran.

Presiden Donald Trump bahkan mengungkapkan pernyataan mengejutkan melalui Truth Social:

Iran disebut telah memberi tahu bahwa mereka berada di ambang kehancuran dan meminta pembukaan kembali Selat Hormuz.

AS juga memperingatkan lembaga keuangan global agar tidak bekerja sama dengan kilang kecil di China, yang dikenal sebagai “teapot refineries”, karena:

Bahkan, ditemukan bahwa beberapa kilang Tiongkok masih menggunakan sistem keuangan AS berbasis dolar dalam transaksi mereka.

Operasi Militer Meningkat: Dari Laut Arab hingga Lebanon

Militer AS melalui United States Central Command (CENTCOM) melaporkan bahwa:

Sementara itu, di Lebanon selatan, militer Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu melancarkan operasi besar:

Netanyahu menyatakan bahwa kekuatan Hezbollah kini tinggal sekitar 10% dari kapasitas sebelumnya.

Iran Tertekan: Krisis Ekonomi dan Isolasi Digital

Masih pada 28 April 2026, Iran memasuki hari ke-60 sejak penutupan internet internasional.

Dampaknya sangat besar:

Tekanan ini memperparah kondisi ekonomi Iran yang sudah terdampak blokade laut dan sanksi internasional.

Dampak Global: Krisis Energi Mengguncang Dunia

Gangguan di Selat Hormuz kini berdampak pada sekitar:

Negara-negara Asia Tenggara seperti:

mulai menghadapi tekanan energi dan mempertimbangkan impor alternatif, termasuk dari Rusia.

Di sisi lain, Kaja Kallas dari Uni Eropa menegaskan:

Negara-negara tidak seharusnya beralih ke minyak Rusia karena dapat memperkuat pendanaan perang di Ukraina.

Pakistan Terjepit, UEA Ambil Langkah Mengejutkan

Dalam perkembangan lain, Uni Emirat Arab secara tiba-tiba meminta Pakistan mengembalikan pinjaman sebesar:

Langkah ini menekan kondisi ekonomi Pakistan yang hanya memiliki cadangan devisa sekitar 16 miliar dolar.

Sebagai respons:

Sementara itu, Asim Munir melakukan upaya diplomatik ke Teheran, meskipun strategi Pakistan dinilai tidak efektif karena berada di antara tekanan banyak pihak.

Retakan di OPEC: UEA Keluar, Pasar Terancam Bergejolak

Krisis semakin kompleks ketika Uni Emirat Arab secara resmi:

Langkah ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pembatasan produksi yang dipimpin Arab Saudi.

Dampaknya:

Sebagai catatan, pada November 2022, rumor peningkatan produksi saja sempat menjatuhkan harga minyak global hingga 6% dalam satu hari.

Kesimpulan: Dunia di Ambang Guncangan Besar

Perkembangan per 28 April 2026 menunjukkan bahwa konflik Iran tidak lagi bersifat regional, melainkan telah berkembang menjadi krisis global yang melibatkan:

Jika situasi di Selat Hormuz terus memburuk, maka:

Dunia kini memasuki fase kritis, di mana setiap langkah kebijakan dapat menentukan arah krisis—apakah menuju deeskalasi, atau justru konflik yang lebih luas. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga TBS Sawit Sumut (30/4) Naik Jadi Rp3.921,77 per Kg
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Hari Buruh, Peziarah Padati Makam Marsinah di Sukomoro, Nganjuk
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
1 Korban Kecelakaan Kereta Jalani Operasi Bedah Perut di RSUD Bekasi
• 23 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Naik Penyidikan
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.