Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat (1/5/2026), setelah pergerakan volatil pada sesi sebelumnya yang sempat mendorong kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni menyentuh level tertinggi dalam empat tahun.
Berdasarkan data CNBC International, harga minyak jenis Brent pengiriman Juli naik 1,11% menjadi US$111,63 per barel. Adapun, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni menguat 0,45% ke level US$105,54 per barel.
Sebelumnya, harga minyak Brent kontrak Juni, yang berakhir pada Kamis (30/4/2026), sempat melonjak hingga US$126,41 per barel sebelum ditutup di level US$114,01 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah sorotan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghadapi tenggat waktu 60 hari berdasarkan War Powers Resolution terkait aksi militer dalam perang Iran.
Berdasarkan aturan yang diterbitkan pada 1973 tersebut, presiden wajib menarik pasukan dalam waktu 60 hari setelah memberi pemberitahuan kepada Kongres terkait pengerahan militer, kecuali jika Kongres memberikan otorisasi lanjutan. Hingga kini, Kongres belum memberikan persetujuan tersebut.
Pemerintahan Trump pada Jumat berpendapat bahwa gencatan senjata yang tercapai tiga pekan lalu telah mengakhiri permusuhan antara kedua pihak, sebagaimana dilaporkan MSNow. Dengan demikian, Gedung Putih dinilai dapat menghindari kewajiban meminta persetujuan Kongres atas perang tersebut.
Baca Juga
- Bank Dunia Ramal Harga Energi Naik 24% di 2026, Minyak Brent Rata-rata US$86 per Barel
- UEA Hengkang dari OPEC, Apa Dampaknya ke Harga Minyak?
- Ramalan Terbaru Harga Minyak hingga Emas dari Bank Dunia
Seorang pejabat pemerintahan menyatakan tidak adanya baku tembak langsung antara pasukan AS dan Iran sejak gencatan senjata disepakati pada 7 April menandakan hitungan tenggat 60 hari tidak lagi berlaku.
“Untuk kepentingan War Powers Resolution, permusuhan yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari, telah berakhir,” ujar pejabat tersebut.
Argumen itu pertama kali disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam sidang dengar pendapat di House Armed Services Committee pada Kamis, saat menyatakan bahwa gencatan senjata secara efektif telah menghentikan perang.





