Bisnis.com, JAKARTA — PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) membukukan laba bersih sebesar Rp513,8 miliar pada kuartal I/2026, berbalik dari rugi Rp55,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan kinerja positif tersebut juga dibarengi dengan penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp2,9 triliun naik 232% dibandingkan Rp874,5 miliar pada kuartal I/2025.
Dia mengatakan perusahaan telah melakukan divestasi atas kepemilikan Deli Park Mall Medan sebagai salah satu strategi bisnis yang mampu menopang kinerja APLN. Selain itu, kuatnya penjualan dari proyek-proyek unggulan juga ikut mendorong fundamental perusahaan tetap terjaga secara positif.
“Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan dalam mengeksekusi strategi bisnis, khususnya melalui monetisasi aset bernilai tinggi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Dia menjelaskan sejauh ini, aset - aset yang dibangun APLN memberikan nilai yang tinggi, sehingga dihargai premium oleh para investor.
“Divestasi Deli Park Mall Medan kepada investor Jepang menjadi bukti bahwa properti yang dibangun APLN nilainya terus meningkat,” jelasnya.
Baca Juga
- Rumah Tapak dan Penyewaan Mall jadi Penopang Utama Bisnis APLN pada 2025
- Jejak Divestasi Agung Podomoro (APLN): Lepas Mal Neo Soho hingga Deli Park Medan
- Agung Podomoro (APLN) Jual Mal Deli Park di Medan untuk Bayar Utang
Secara operasional, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,6 triliun, meningkat tajam 360% dibandingkan Rp574,4 miliar pada Kuartal I/2025. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tercatat sebesar Rp260,2 miliar, menurun 13% dari Rp300,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan adanya divestasi aset yang memengaruhi komposisi pendapatan perseroan.
Justini mengatakan, sebagai perusahaan properti APLN menilai bahwa setiap aset memiliki potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Itu sebabnya monetisasi aset-aset yang sudah matang dan bernilai tinggi menjadi bagian dari strategi bisnis yang dijalankan sejak tahun 2017,” imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan menjalankan strategi yang terukur, baik melalui optimalisasi portofolio aset maupun penguatan kinerja operasional, perseroan tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan fundamental bisnis tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menurutnya ke depan perseroan akan menjaga momentum pertumbuhan melalui strategi yang seimbang antara pengembangan proyek baru, optimalisasi aset eksisting, serta penguatan kontribusi pendapatan berulang guna menciptakan kinerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami terus mengambil inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan penjualan properti dari proyek-proyek unggulan. Dengan portofolio proyek yang kuat, pengalaman panjang di industri, serta strategi yang solid, adaptif dan terukur kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif ini sampai akhir tahun,” terangnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





