EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu melakukan percakapan telepon selama 90 menit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin menyatakan bahwa panggilan ini diprakarsai oleh pihak Rusia, dengan suasana “bersahabat dan pragmatis”. Keduanya membahas isu nuklir Iran, gencatan senjata dalam perang Rusia–Ukraina, serta kemungkinan waktu berakhirnya kedua konflik tersebut.
Putin Bersedia Membantu Menangani Uranium yang Diperkaya IranSetelah percakapan, Trump mengatakan kepada media bahwa Putin menyatakan kesediaannya untuk membantu Iran menangani persediaan uranium yang telah diperkaya. Kremlin juga menyebutkan bahwa Putin mengajukan sejumlah usulan terkait program nuklir Iran dan mendukung keputusan Trump untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata dengan Iran.
Trump mengatakan bahwa Putin ingin terlibat dalam penyelesaian masalah uranium yang diperkaya tersebut, dan ia menilai Putin dapat membantu Amerika Serikat mencapai tujuannya dalam hal ini.
Putin Usulkan “Gencatan Senjata Terbatas” pada 9 Mei, Ukraina MenanggapiTerkait situasi di Ukraina, Trump menunjukkan sikap optimistis dan menilai bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina sudah “di depan mata”.
Putin mengusulkan agar selama peringatan “Hari Kemenangan” Rusia pada 9 Mei, diberlakukan gencatan senjata sementara di wilayah Ukraina. Trump menyambut positif usulan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemudian menyatakan ingin berbicara langsung dengan Trump untuk mengetahui rincian pembicaraan tersebut. Ia juga mendesak Putin untuk membebaskan seluruh tawanan perang Ukraina sebagai tanda itikad baik.
Pada saat yang sama, Zelenskyy menegaskan bahwa pasukan Ukraina akan tetap ditempatkan di wilayah Kursk “sesuai kebutuhan”.
Trump: Dua Perang Bisa Berakhir Hampir BersamaanSetelah panggilan berakhir, Trump mengatakan kepada media bahwa ia yakin Putin mungkin akan menerima sarannya dan segera mengumumkan langkah terkait.
Trump juga menyatakan bahwa ia tidak mengetahui konflik mana yang akan berakhir lebih dulu—perang Rusia–Ukraina atau konflik AS–Iran—namun ia memperkirakan bahwa keduanya bisa berakhir dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain itu, Kremlin menyebutkan bahwa dalam percakapan tersebut, Putin juga mengecam upaya pembunuhan terhadap Trump yang terjadi di Washington pada akhir pekan lalu. (***)





