EtIndonesia. Pada Rabu (29/4/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon selama 90 menit. Setelah itu, Trump mengungkapkan bahwa Putin bersedia membantu menyimpan uranium yang telah diperkaya milik Iran. Trump menekankan bahwa prioritas utama adalah segera mengakhiri perang Rusia–Ukraina.
Pihak Rusia kemudian mengkonfirmasi bahwa Putin siap mengumumkan gencatan senjata pada 9 Mei, bertepatan dengan peringatan “Hari Kemenangan” Perang Dunia II. Selain itu, Trump juga mengisyaratkan bahwa masalah Iran mungkin akan segera terselesaikan, dan situasi Rusia–Ukraina mulai menunjukkan titik balik.
Trump menjelaskan bahwa dalam percakapan tersebut, Putin bersedia membantu meminta uranium yang telah diperkaya dari Iran dan menyimpannya di wilayah Rusia.
“Dia (Putin) mengatakan kepada saya bahwa dia bersedia terlibat dalam penyelesaian masalah uranium yang diperkaya (Iran). Dia bilang, jika kami mau, dia bisa membantu mendapatkan (uranium tersebut). Saya menjawab, saya lebih ingin Anda (Putin) mengakhiri perang dengan Ukraina. Bagi saya, itu lebih penting,” katanya.
Trump juga menyatakan bahwa militer AS telah menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara Iran serta 80% persenjataan rudalnya. Ia mengisyaratkan bahwa tujuan untuk memperoleh uranium yang diperkaya dari Iran sudah semakin dekat tercapai.
Terkait perang Rusia–Ukraina, Trump menyarankan agar kedua pihak terlebih dahulu melakukan gencatan senjata sementara.
Trump mengatakan: “Saya menyarankan gencatan senjata singkat (antara Rusia dan Ukraina). Saya pikir dia (Putin) mungkin akan melakukannya.”
Penasihat diplomatik Kremlin, Yuri Ushakov, setelah itu menyatakan bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin berlangsung secara pragmatis dan bersahabat. Putin mengajukan sejumlah usulan, termasuk gencatan senjata sementara dengan Ukraina.
“Vladimir Putin telah memberi tahu Presiden AS bahwa ia siap mengumumkan gencatan senjata selama perayaan Hari Kemenangan (Perang Dunia II),” katanya.
Hari Kemenangan Rusia diperingati setiap tanggal 9 Mei.
Laporan oleh jurnalis NTDTV, Ren Hao, dari Washington DC.





