Semua Bisa Cerdas, Perdosni Tekankan Pentingnya Kesehatan Otak jadi Fondasi SDM Indonesia

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Kesehatan otak jadi fondasi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Otak merupakan organ pengendali fungsi tubuh, mulai memori, emosi, kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.

Maka dari itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak sebagai fondasi SDM Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menegaskan bahwa investasi kesehatan dan pendidikan merupakan langkah utama menuju Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

Ketua Pengurus Pusat (PP) Perdosni Dodik Tugasworo mengatakan, kesehatan otak memiliki makna penting untuk pembangunan manusia Indonesia yang tangguh, produktif, dan berdaya saing tinggi.

“Karena otak yang sehat melahirkan manusia cerdas, inovatif dan mampu bersaing di era global,” kata Dodik pada Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perdosni di Hotel Claro Makassar, Jumat, 1 Mei 2026.

Dodik menegaskan, kesehatan otak harus dipandang sebagai agenda pembangunan nasional, bukan semata isu klinis. Sebab, kata dia, gangguan neurologi memengaruhi fungsi kognitif, produktivitas, kemandirian, dan beban pembiayaan kesehatan. Menurutnya, meningkatnya angka penyakit otak dan saraf, seperti stroke, demensia, epilepsi, maupun gangguan saraf lainnya, dapat menimbulkan beban besar bagi keluarga.

“Makanya otak harus dipandang sebagai bagian integral dari ketahanan nasional bangsa,” ujar Dodik.

Sementara Guru Besar Dept Neurologi FK Unhas Prof. Dr. dr. Muhammad Akbar SpN(K), menegaskan bahwa 1000 hari kehidupan pertama manusia sangat menentukan kesehatan otak. Dia menyarankan agar para orang tua memberikan gizi yang tepat mulai dari kandungan hingga lahir. “Mari kita menciptakan generasi cerdas, jangan asal buat anak,” tuturnya.

Dia mengemukakan, pertumbuhan dan perkembangan otak, dimulai sejak kandungan, mencapai puncaknya pada usia anak dan remaja, lalu mengalami perubahan hingga akhir hayat. Menurutnya, adanya gangguan pada fase kritis perkembangan otak dapat berdampak panjang pada kemampuan belajar, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup manusia

“Meningkatkan kesehatan otak harus dilakukan sejak dini hingga usia lanjut untuk memastikan keberlanjutan pembangunan nasional,” tambahnya.

Sementara Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, mengemukakan kesehatan otak tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga pada ketahanan sosial, ekonomi, budaya, hingga politik sebuah bangsa. “Indonesia sebagai negara besar membutuhkan sumber daya manusia dengan otak yang sehat, kreatif, dan resilien agar mampu menghadapi tantangan global ke depan,” ucapnya.

Pria yang karin disapa Prof JJ itu khawatir dengan tingkat kecerdasan anak-anak Indonesia saat ini. Menurutnya, Indonesia tidak bisa menjadi bangsa besar jika IQ SDM masih rendah.

“Ayo dokter-dokter neurologi berikan masukan ke perguruan tinggi dan pemerintah. Kita harus membangun bangsa dengan IQ yang tinggi,” ajaknya.

Dia mengemukakan, gizi itu penting untuk menjaga kesehatan otak. Maka dia sangat setuju dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun harus benar-benar dijalankan dengan baik. “Makanya Unhas bikin dapur MBG, kita ingin perlihatkan bagaimana makanan bergizi yang baik kepada SPPG lainnya,” tegasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2.722 Calon Haji Embarkasi Lombok Sudah Berada di Tanah Suci
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Patuhi PP Tunas, Roblox Terapkan Verifikasi Usia dan Hapus Fitur Komunikasi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Imigrasi Gagalkan 16 WNA Asal China-Malaysia Hendak Love Scam di Sukabumi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Prabowo di May Day: Saya Jadi Presiden karena Kaum Buruh, Tani dan Nelayan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Menata UMKM dari ruang publik: Upaya Ambon membangun ekonomi rakyat
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.