Menembus 1.500 KM ke Dalam Wilayah Rusia, Drone Ukraina Berhasil Serang Fasilitas Minyak di Malam Hari

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa minggu terakhir, Ukraina meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Rusia, dengan target kilang minyak, depot penyimpanan, dan pelabuhan. Pada 29 April malam, drone Ukraina menembus hingga 1.500 km ke dalam wilayah Rusia dan menyerang sebuah stasiun pompa minyak di dekat Pegunungan Ural.

EtIndonesia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menulis di media sosial X bahwa badan keamanan Ukraina melaporkan keberhasilan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia. Ia menyebutnya sebagai “tahap baru dalam penggunaan senjata Ukraina untuk membatasi potensi perang Rusia.”

Ia juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan asap tebal membumbung tinggi ke langit, menggambarkan serangan Ukraina di wilayah Rusia. “Jarak garis lurus lebih dari 1.500 kilometer. Kami akan terus memperluas kedalaman serangan ini,” ujarnya, tanpa menyebutkan secara rinci target yang diserang.

Dinas Keamanan Ukraina, Security Service of Ukraine, kemudian mengonfirmasi bahwa drone Ukraina berhasil menghantam sebuah stasiun pompa minyak di dekat kota Perm pada malam hari.

Menurut laporan pemerintah setempat dan saluran Telegram, pada 29 April malam, fasilitas minyak di dua kota Rusia—Perm dan Orsk—diserang oleh drone Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia pada 29 April melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah mencegat 98 drone Ukraina di atas wilayah Astrakhan Oblast, Belgorod Oblast, Volgograd Oblast, Voronezh Oblast, Kursk Oblast, Rostov Oblast, Saratov Oblast, serta wilayah Krimea yang diduduki Rusia.

Gubernur setempat di Rusia melaporkan bahwa sebuah fasilitas industri mengalami kebakaran. Laporan awal menunjukkan hampir semua tangki penyimpanan minyak terbakar hebat.

Menurut laporan Reuters, di tengah lonjakan harga minyak global akibat perang dengan Iran, Ukraina dalam beberapa minggu terakhir meningkatkan serangan ke dalam wilayah Rusia, dengan target kilang minyak, depot penyimpanan, dan pelabuhan, dengan tujuan melemahkan sumber pendanaan utama Moskow dalam perang melawan Kyiv.

Dinas Keamanan Ukraina menyatakan bahwa fasilitas tersebut, yang berada di bawah perusahaan transportasi minyak negara Rusia Transneft, merupakan pusat strategis penting dalam jaringan distribusi minyak Rusia, yang menyalurkan minyak ke empat arah, termasuk ke sebuah kilang di Perm. Pihak Transneft belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui email.

Zelenskyy juga menyebut bahwa Ukraina telah memperoleh data terbaru terkait kerugian ekspor dari pelabuhan utama Rusia di wilayah barat setelah serangan jarak jauh.

Ia menyatakan bahwa volume pengiriman di dua pelabuhan minyak utama di Laut Baltik—Primorsk dan Ust-Luga—masing-masing turun 13% dan 43%, sementara pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam mengalami penurunan sebesar 38%.

Namun demikian, menurut sumber perdagangan dan industri serta estimasi Reuters, meskipun serangan drone terus berlangsung, volume pengiriman minyak mentah Rusia pada  April di pelabuhan-pelabuhan tersebut tetap berada pada tingkat yang sama seperti  Maret lalu.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKSDA Bengkulu Lakukan Identifikasi Dua Gajah yang Mati di Hutan Produksi
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Buruh Manufaktur Turun ke Jalan, Tuntut Hapus PPh Hingga Setop PHK
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional di Aceh Utara, Ketum Posyandu Tekankan Implementasi 6 SPM
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Lindungi Warga
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Berantas Pungli, Kanwil Ditjenpas Jatim Optimalkan Kanal Aduan
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.