VIVA – FIFA berencana menerapkan regulasi baru yang mewajibkan setiap klub menurunkan pemain di bawah usia 21 tahun dalam pertandingan resmi liga. Kebijakan ini tengah dibahas dan dijadwalkan masuk dalam agenda Dewan FIFA pada tahun depan, sebagaimana dilaporkan The Athletic.
Dalam proposal tersebut, FIFA mempertimbangkan kewajiban bagi klub untuk memainkan setidaknya satu pemain “homegrown” berusia U-21 selama 90 menit penuh. Aturan ini menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan pemain muda di berbagai kompetisi sepak bola dunia.
Langkah ini muncul di tengah dinamika regulasi pemain muda di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sebelumnya, PSSI menerapkan aturan pemain U-23 di kompetisi domestik, yang mewajibkan klub menurunkan pemain kelahiran 1 Januari 2003 atau lebih muda selama 45 menit di setiap pertandingan Super League musim 2025/2026.
- Dok. Persija
Namun, regulasi tersebut dikabarkan akan dihapus pada musim berikutnya. Di saat yang sama, wacana dari FIFA justru mengarah pada penguatan peran pemain muda dengan ambang usia yang lebih rendah, yakni U-21, serta durasi bermain penuh sepanjang pertandingan.
Menurut laporan, proposal ini telah mendapat persetujuan untuk memasuki tahap konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Diskusi juga telah dilakukan bersama enam presiden konfederasi, termasuk AFC.
FIFA masih akan merumuskan definisi teknis terkait pemain “homegrown”, yang merujuk pada pemain binaan klub. Pembahasan lebih lanjut dijadwalkan berlangsung sebelum keputusan resmi diambil dalam sidang Dewan FIFA mendatang.
Jika regulasi tersebut diterapkan secara global, dampaknya diperkirakan akan terasa di negara-negara dengan level kompetisi berkembang, termasuk Indonesia. Klub-klub akan dituntut menyiapkan pemain muda dengan kualitas dan kesiapan tampil di level kompetitif secara konsisten.
Pada musim 2026/2027, kategori pemain U-21 berarti mereka yang lahir pada 1 Januari 2005 atau setelahnya. Saat ini, jumlah pemain muda di rentang usia tersebut yang rutin tampil di kompetisi domestik masih terbatas.
Beberapa nama yang masuk kategori tersebut di antaranya Dony Tri Pamungkas, Alfharezzi Buffon, serta Jens Raven. Ketersediaan pemain muda ini akan menjadi faktor penting jika regulasi FIFA benar-benar diberlakukan.
Hingga saat ini, FIFA belum menetapkan keputusan final. Namun, arah kebijakan yang tengah disiapkan menunjukkan komitmen untuk memperkuat regenerasi pemain di level global.





