TEHERAN, KOMPAS.TV - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengaku sulit untuk kembali mempercayai Amerika Serikat (AS).
Ia mengatakan AS harus bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan Iran, yang saat ini hampir sepenuhnya hilang.
Menurutnya, AS telah dua kali melakukan serangan terhadap Iran ketika perundingan sedang berlangsung. Hal itu membuatnya merasa dibohongi dan sulit percaya dengan Washington.
Pezehskian dilaporkan mengungkapkan hal itu saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Kamis (30/5/2026).
Baca Juga: Netanyahu Cibir Aktivis Global Sumud Flotilla: Mereka Hanya Akan Lihat Gaza di Youtube
Pezeshkian juga disebut mengatakan kepada Lukashenko, serangan AS-Israel ke infrastruktur-infrastruktur Iran, termasuk fasilitas nuklir yang dijaga ketat, sebagai kejahatan perang dan pelanggaran hukum internasional.
“Selama proses negosiasi, AS dan rezim Zionis menyerang Iran dua kali dan ada kemungkinan hal itu terjadi lagi, yang menyebabkan Iran kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap Amerika Serikat,” kata Pezeshkian, dikutip dari IRNA.
Pada Juni 2025, AS dan Israel melakukan serangan ke Iran yang memicu serangan balasan. Padahal, ketika itu AS dan Iran tengah melakukan perundingan nuklir.
Serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari juga terjadi ketika perundingan nuklir tengah dilakukan.
Pezehskian juga memberikan pengarahan kepada Lukashenko mengenai pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan AS yang dilakukan di Islamabad, Pakistan, awal bulan April lalu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : IRNA
- iran
- amerika serikat
- alexander lukashenko
- Presiden Iran
- Masoud Pezeshkian
- perang Iran




