PM Jepang Mengaku Kurang Tidur, Ungkap Beban Berat hingga Ingin Istirahat Lebih Lama

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya. Ia mengaku saat ini tengah berjuang menghadapi masalah kurang tidur.

PM Jepang Takaichi, yang merupakan anggota Partai Demokrat Liberal, menyampaikan keluhannya kepada mantan Sekretaris Jenderal partainya, Akira Amari, dalam sebuah pertemuan di kediaman resmi baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan ingin bisa tidur lebih banyak.

Baca Juga :
Rey Mbayang Idap Autoimun Psoriasis, Penampilannya Berubah Drastis!
Rismon Sianipar Kini Sudah Bisa Senyum dan Tidur Nyenyak, Ternyata Ini Pemicunya

Berdasarkan laporan media Jepang, Kyodo, yang dikutip dari The Asia Business Daily, Sabtu, 2 Mei 2026, Takaichi kini harus menangani berbagai tanggung jawab sekaligus. Mulai dari urusan negara, seperti situasi di Timur Tengah, hingga kehidupan pribadinya, yakni merawat sang suami, mantan anggota parlemen Taku Yamamoto, yang mengalami stroke.

Ia diketahui memilih untuk menangani sendiri proses perawatan dan rehabilitasi suaminya sejak terkena stroke pada Februari tahun lalu.

Sebelumnya, Takaichi sempat menjadi sorotan setelah mengungkapkan bahwa waktu tidurnya sangat terbatas karena harus membagi waktu antara merawat suami dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Dalam rapat Komite Anggaran Majelis Tinggi pada November lalu, ia menyebut waktu tidurnya biasanya hanya sekitar dua hingga empat jam.

Pada rapat Komite Anggaran Majelis Tinggi tanggal 7, saat ditanya tentang kehidupannya di kediaman resmi, ia menjelaskan bahwa pekerjaan rumah tangga menyita banyak waktu sehingga waktu tidurnya menjadi sangat singkat. Ia juga menambahkan bahwa jika memungkinkan, ia membawa pekerjaan ke rumah dan menyelesaikannya di sana.

Sejak tinggal di kediaman resmi, Takaichi juga mengaku kesulitan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan sempat berujar, jika persediaan makanan beku di rumahnya habis, ya dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Takaichi sendiri diketahui mengidap rheumatoid arthritis (penyakit autoimun), sehingga kondisi kesehatannya sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang-orang terdekatnya. Meski begitu, Akira Amari menilai kondisi Takaichi “terlihat sehat.” Seorang ajudan dekatnya juga mengatakan bahwa meski gejala penyakitnya kadang muncul, secara umum kondisinya tidak jauh berbeda dari biasanya.

Di sisi lain, Takaichi disebut lebih memilih menghabiskan waktu dengan makan sendiri sambil mempelajari dokumen kebijakan, ketimbang menghadiri jamuan makan siang atau makan malam bersama tokoh politik maupun pebisnis. Gaya kerja dinilai sebagai pilihan yang tak terhindarkan, mengingat keterbatasan waktunya karena harus menangani sendiri urusan rumah tangga sekaligus merawat suaminya.

Baca Juga :
Prabowo Ajak Jepang Kerja Sama di Bidang Hilirisasi hingga Mineral Kritis
Prabowo dan PM Takaichi Sepakat Dorong Upaya Deeskalasi Konflik di Dunia
Tiba di Istana Akasaka, Prabowo Disambut Upacara Resmi oleh PM Jepang Sanae Takaichi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Semen Indonesia Tbk Bukukan Volume Penjualan 8,71 Juta Ton
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Street Ball Warnai Aksi May Day di Depan Gedung DPR RI
• 8 jam laludisway.id
thumb
GOTO Buka Suara soal Perpres Ojol dan Rencana Potongan Jadi 8%
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Wacana Status Pengemudi Ojol Masih Disimulasikan, Pemerintah Dorong Kesejahteraan Lewat Pemangkasan Komisi
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Ini Pidato Lengkap Prabowo di May Day 2026: Dari UU PPRT hingga Janji 1 Juta Rumah untuk Buruh
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.