jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan pemerintah bakal menyesuaikan potongan untuk aplikator dalam ekosistem transportasi daring menjadi hanya delapan persen.
Hal demikian dikatakan Dasco ketika menerima perwakilan buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5).
BACA JUGA: FSP BUMN Indonesia Raya Peringati Hari Buruh Internasional 2026 di Monas Bersama Presiden Prabowo
"Paling pertama itu kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau sepuluh, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," kata dia, Jumat.
Diketahui, tuntutan buruh dalam May Day 2026 ini satu di antaranya meminta penurunan potongan tarif ojek online atau ojol menjadi sepuluh persen dari sebelumnya 20.
BACA JUGA: Pertamina Rayakan Puncak Hari Buruh Internasional 2025, Menaker Yassierli Beri Apresiasi
Belakangan, Presiden RI Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 membuat potongan ojol berubah dari 20 menjadi delapan persen.
Dasco menuturkan pemerintah selain memerhatikan sisi potongan, memandang pula isu status pengemudi ojol dalam ekosistem transportasi daring.
BACA JUGA: Hari Buruh Internasional: Tuntutan Ini Sudah Berusia 20 Tahun
"Tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan," kata pria yang pernah dipanggil Prabowo dengan sebutan Don Dasco itu.
Dia mengatakan pemerintah dalam merancang aturan status pengemudi ojol akan mengajak bicara para stakeholder.
"Oganisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham, begitu," kata Dasco. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan



