jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melepas kemejanya seusai berorasi di hadapan para buruh saat peringatan May Day di Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5).
Prabowo berorasi mengenai kesejahteraan dan program pemerintah untuk para buruh.
BACA JUGA: Prabowo Janjikan Biaya Aplikator Ojek Online di Bawah 10 Persen
Mengakhiri pidatonya, Prabowo membuka kemeja cokelat yang dipakai lalu dilemparkan kepada buruh.
Para buruh pun bersorak dan meneriaki nama Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Resmi Bentuk Satuan Mitigasi PHK, Klaim Jamin Nasib Buruh
Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan pemerintah telah membuat kebijakan pro buruh. Salah satunya dengan mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional.
“Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama museum Marsinah,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: FSP BUMN Indonesia Raya Peringati Hari Buruh Internasional 2026 di Monas Bersama Presiden Prabowo
Selain itu, pemerintah juga mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) setelah 22 tahun.
“UU PPRT belum pernah ada, selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan UU PPRT,” kata dia.
Prabowo juga mengaku sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026, Tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.
“Jangan khawatir, kami akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK, kami akan membela dan akan melindungi. Kalu ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir negara kita kuat,” tuturnya. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Buruh 2026, Prabowo Joget dan Lempar Topi ke Massa
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




