Gerbang DPR Diselimuti Asap Hitam, Buruh Bakar Ban dan Spanduk Tuntut Suara Didengar

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Asap hitam pekat membumbung tinggi di depan gerbang utama DPR RI saat massa aksi Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 membakar ban dan spanduk, Jumat (1/5/2026).

Mereka menuntut suara mereka didengar.

Aksi pembakaran itu terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Sebuah ban dibakar di tengah jalan, disusul spanduk yang sebelumnya terbentang di pagar.

Baca juga: Sah! Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang Pekerjaan, Ini Rinciannya

Api menyala terang di atas aspal, dengan asap tebal yang langsung mengepul dan menyebar ke arah kerumunan.

Bau karet terbakar tercium menyengat, membuat sejumlah peserta menutup wajah dengan masker atau kain.

Baca juga: Sejumlah Mobil Pecah Ban Massal di Tol Jagorawi, Pengemudi Kaget Ban Sudah Sobek

Pada saat yang sama, gerimis tipis turun, menyebabkan asap tampak lebih berat dan menggantung rendah sebelum perlahan terbawa angin.

Sejak siang, kawasan depan Gedung DPR RI telah dipadati massa yang terdiri dari mahasiswa dan buruh.

Mereka berdiri rapat di depan pagar, sebagian mengenakan jaket almamater, membawa ransel, serta mengibarkan bendera organisasi.

Orasi disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando menggunakan pengeras suara.

Spanduk berisi tuntutan dibentangkan di pagar, sementara sebagian peserta duduk di pembatas jalan untuk menyimak.

Setelah penampilan musik dari Efek Rumah Kaca, massa kembali memusatkan perhatian ke barisan depan, meneriakkan yel-yel mengikuti orator.

Di tengah kepulan asap, orasi tetap berlangsung. Massa sesekali bersorak sambil mengangkat bendera Merah Putih.

“Pembakaran ini simbol bahwa suara kami harus dilihat (didengar),” ujar Rizky (24), salah satu buruh peserta aksi, saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Hingga pukul 16.30 WIB, massa masih bertahan di depan gerbang DPR RI.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagian duduk dan sebagian lagin berdiri, mengikuti jalannya aksi.

Sementara lalu lintas di Jalan Gatot Subroto masih ditutup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hilirisasi Tahap II Dikebut, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Bima Tekankan Pentingnya Ideologi dan Strategi dalam Kepemimpinan
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Bensin AS Cetak Rekor Jadi USD 4,23 per Galon Akibat Blokade Selat Hormuz
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Di May Day 2026, Prabowo Umumkan Sudah Teken Perpres Ojol
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Dua Ekor Gajah Sumatra di Bnegkulu Ditemukan Mati Membusuk
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.