WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan pihaknya akan mengambil hasil pengayaan uranium Iran. Trump membuka peluang militer AS akan mengambil secara paksa uranium tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Trump di tengah macetnya perundingan antara AS dan Iran. Donald Trump sendiri menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran melanjutkan program nuklir selama perundingan.
"Kami akan mendapatakannya. Kami akan mendapatkannya dengan satu atau lain cara," kata Trump dikutip Anadolu, Kamis (30/4/2026).
"Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Lebih baik mereka menyerahkan itu atau kami akan mengambilnya."
Baca Juga: Presiden FIFA Jamin Timnas Iran Bisa Main di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Mempersatukan Dunia
Di lain sisi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan upaya verifikasi atas program nuklir Iran saat ini masih terhambat situasi konflik.
Rafael Grossi menyebut IAEA sedang memonitor cadangan uranium di Iran yang telah diperkaya sebelum perang terjadi.
Grossi pun menyebut inspektur IAEA sempat mengagendakan untuk meninjau fasilitas nuklir baru Iran pada Juni 2025 lalu. Namun, inspeksi ini terhalang oleh serangan AS-Israel tahun lalu.
"Akses (inspektur IAEA) sedianya pada tanggal 13 Juni (2025), pada hari serangan (AS-Israel) diluncurkan," kata Rafael Grossi.
Perundingan AS-Israel sendiri dilaporkan buntu karena Iran enggan melanjutkan negosiasi selama AS masih memblokade Selat Hormuz.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Anadolu
- donald trump
- perang iran
- uranium iran
- pengayaan uranium
- program nuklir iran





