Kelompok perlawanan Islam Hizbullah kembali menembakkan serangan balasan terhadap pasukan penjajah Zionis Israel di wilayah perbatasan Lebanon Selatan. Operasi ini dilakukan sebagai respons atas rangkaian serangan brutal yang terus dilancarkan Israel di tengah masa gencatan senjata.
Dalam laporan yang dikutip dalam program Newsline pada Jumat, 1 Mei 2026, pejuang Hizbullah berhasil menargetkan titik kumpul tentara Zionis di Kota Al-Taybeh, Lebanon Selatan. Serangan ini tidak hanya menyasar personel militer, tetapi juga menghantam pasukan evakuasi tentara Israel dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone.
Aksi ini dilaporkan memicu kerusakan signifikan serta mengakibatkan sejumlah tentara penjajah tewas di lokasi operasi. Selain di Al-Taybeh, serangan drone Hizbullah juga menjangkau wilayah Galilea Barat yang diduduki Zionis, yang memicu kebakaran dan kerusakan infrastruktur di area tersebut.
Baca juga: Ledakan Dahsyat di Lebanon Selatan, Operasi Militer Israel Kembali Memanas
Pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi di kota Mais Al-Jabal. Di lokasi ini, pejuang Hizbullah sukses menghancurkan satu unit tank Merkava Israel. Total Hizbullah tercatat telah berhasil menghantam lebih dari 100 tank Merkava milik militer Israel.
Eskalasi serangan ini dipicu oleh tindakan militer Israel yang dinilai terus melanggar segala perjanjian, termasuk perjanjian gencatan senjata.
Sejak awal Maret lalu, serangan brutal Zionis dilaporkan telah membunuh lebih dari 2.500 warga Lebanon. Kekejaman yang terus berlangsung ini juga memaksa ribuan warga Lebanon mengungsi dari tempat tinggal mereka akibat gempuran bertubi-tubi.
Hizbullah menegaskan bahwa operasi yang mereka jalankan adalah bentuk pembelaan atas kedaulatan Lebanon dan balasan setimpal atas nyawa warga sipil yang melayang akibat agresi tersebut.




