Polisi Sita Molotov dan Dokumen Rencana Rusuh Saat Demo Buruh di DPR, 101 Orang Ditangkap

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menemukan bahan pembuat molotov, ketapel, gotri, dan senjata tajam yang diduga akan digunakan oleh 101 orang untuk melakukan kerusuhan saat aksi Hari Buruh di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Selain itu, polisi juga menemukan dokumen yang diduga berisi rencana untuk melakukan kerusuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, barang yang diamankan berupa bahan untuk merakit bom molotov seperti botol kosong, kain pemicu, dan bensin.

Baca juga: Polisi Tangkap 101 Orang Saat Demo Buruh di DPR, Diduga Ingin Bikin Rusuh

"Botol kosong dan kain pemicu untuk membuat bom molotov. Termasuk kami juga menemukan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov tadi bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," jelasnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam.

Petugas juga menemukan sejumlah paku beton yang diduga sebagai alat perusak bangunan ataupun pembatas yang terbuat dari beton.

"Mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian melakukan perusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut," ungkapnya.

Sementara ketapel, gotri, dan senjata tajam yang diamankan akan digunakan untuk menyerang petugas.

"Ini dipersiapkan untuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan. Begitupun juga kami menemukan atau mengamankan senjata tajam dari tangan mereka," katanya.

Dokumen kerusuhan

Selain barang-barang tersebut, polisi juga menemukan alat komunikasi, uang tunai sebesar Rp 10 Juta, serta dokumen rundown berisi rencana kerusuhan.

Di dokumen tersebut terdapat susunan waktu kegiatan yang telah dipersiapkan per jam, termasuk waktu untuk melakukan kerusuhan.

Dokumen ini juga memuat alur kedatangan ke lokasi, titik kumpul, serta rute meninggalkan kawasan DPR.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana. Titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan,” tambahnya.

Saat ini, 101 orang yang telah ditangkap masih dimintai keterangan untuk pendalaman lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
May Day, Khofifah Janji Ringankan Pajak Bermotor-Subsidi Perumahan untuk Buruh
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Big Bad Wolf 2026, Serbu Diskon 90%, Promo Rp1.000, dan Hadiah Mobil Listrik
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Anwar Hafid Dinilai Sebagai Gubernur Sulawesi Berkinerja Terbaik Pilihan Generasi Muda
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Buruh Digital dan Ilusi Fleksibilitas
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Janji Rampungkan UU Ketenagakerjaan di Tahun 2026
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.