GOTO Kaji Detail dan Implementasi Aturan Ojol Terbaru

idxchannel.com
1 bulan lalu
Cover Berita

Saat ini perseroan tengah melakukan kajian mendalam untuk memahami detail kebijakan tersebut, termasuk implikasi serta penyesuaian.

GOTO Kaji Detail dan Implementasi Aturan Ojol Terbaru (GOTO)

IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons perintah Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan pemangkasan potongan pendapatan ojol menjadi maksimal 8 persen dari semula 20 persen.

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan akan mematuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:
Prabowo Umumkan Potongan Aplikator Ojol Maksimal Hanya 8 Persen di Peringatan May Day

"GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026," kata Hans dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).

Dia menambahkan, saat ini perseroan tengah melakukan kajian mendalam untuk memahami detail kebijakan tersebut, termasuk implikasi serta penyesuaian yang diperlukan dalam operasional perusahaan.

Baca Juga:
Saham GOTO Melonjak usai Cetak Laba Perdana di Kuartal I-2026

"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," lanjutnya.

Baca Juga:
GOTO Kaji Dampak Perpres Ojol, Tegaskan Patuh Arahan Presiden Prabowo

Hans juga memastikan GOTO akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait sehingga GoTo/ Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," kata dia.

Baca Juga:
Danantara Pegang Saham Aplikator Ojol, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Skema Potongan

Prabowo menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan sebesar 20 persen dinilai sangat memberatkan para pengemudi yang bekerja keras di lapangan. Hal ini dikatakan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas).

"Saudara-saudara sekalian, ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen, gimana ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10 persen?" kata Prabowo di atas panggung.

"Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen. Enak aje, elu yang keringat dia yang dapet duit, sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia," kata Prabowo.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Edouard Mendy Nilai Senegal Gagal Jalankan Rencana Saat Takluk 1-3 dari Prancis
• 23 menit lalupantau.com
thumb
Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Rumahnya | BERUT
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bamus Betawi siapkan program strategis sambut lima abad Jakarta
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Investor Asing Serbu Saham Vietnam, Dana Masuk Tertinggi dalam Hampir 6 Tahun
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap Budget Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner di Bali, Tembus Miliaran Rupiah
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.