PARIS, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan pihaknya telah menyiapkan misi Angkatan Laut internasional ke Selat Hormuz. Barrot menyebut misi ini sepenuhnya bersifat "defensif" dan baru akan diluncurkan jika kondisi memungkinkan.
Jean-Noel Barrot menyatakan Paris menolak blokade atau penerapan tarif di Selat Hormuz. Menurutnya, perairan tersebut berstatus sebagai jalur pelayaran internasional, bukan teritori negara tertentu.
"Blokade di Hormuz harus dihentikan, ini harus berhenti. Tidak boleh ada pemerasan, blokade, atau tarif apa pun di selat," kata Jean-Noel Barrot dikutip Anadolu, Jumat (1/5/2026).
Menlu Prancis itu menyebut blokade di Selat Hormuz yang berlangsung sejak AS-Israel menyerang Iran menimbulkan krisis bahan bakar di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Bakal Berlakukan Hukum Baru di Selat Hormuz, Babak Baru Konflik?
Lebih lanjut, Barrot mengatakan Prancis telah menerjunkan aset-aset Angkatan Laut ke Timur Tengah sejak awal perang. Angkatan Laut Prancis disebutnya berperan aktif melindungi aset atau warga negara Prancis dan memfasilitasi repatriasi.
Mengenai misi internasional yang digalang Presiden Prancis Emmanuel Maron, Barrot menyebut pembahasan ini telah memasuki tahap akhir. Dalam pelaksanaan misi, ia menyebut Prancis akan berkoordinasi dengan negara-negara di dekat Selat Hormuz.
"Misi internasional ini bersifat sebatas defensif," kata Jean-Noel Barrot.
Sebelumnya, pemerintah Pranis dan Inggris Raya dilaporkan mengumpulkan sejumlah negara untuk menggalang misi internasional ke Selat Hormuz.
Pertemuan yang berlangsung pada 17 April 2026 di Paris ini dilaporkan diikuti setidaknya 30 negara. Emmanuel Macron menyebut pertemuan itu membahas misi militer untuk menjamin keamanan kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Anadolu
- selat hormuz
- blokade selat hormuz
- misi selat hormuz
- prancis
- perang iran





