KEK Gresik Bakal Jadi Pusat Hilirisasi Emas-Tembaga, Tekan Impor Amunisi TNI

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik akan disiapkan sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara, terutama bagi komoditas emas dan tembaga yang salah satu produk turunannya adalah peluru.

Hal ini dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis di kawasan tersebut, yakni fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia pada Rabu (29/4).

Proyek yang merupakan bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II oleh Danantara ini melibatkan kolaborasi antara Holding BUMN pertambangan MIND ID, Holding BUMN Pertahanan DEFEND ID, dan PT Pelindo (Persero).

Dalam skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) untuk memperkuat rantai pasok logam mulia domestik.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meyakini pengembangan industri derivatif di Gresik mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin berdaya saing.

“Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai industri nasional," ujar Emil melalui keterangan resmi, Sabtu (2/5).

Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik mencapai tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan, katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru.

Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama.

“Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal," tuturnya.

KEK Gresik Akan Serap 7.000 Tenaga Kerja

Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja terampil yang melibatkan peran PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan.

Emil pun berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan untuk memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional.

“KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah 'nyambung', kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” tambah Emil.

Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Wilayah ini, kata Emil, menyumbang hampir separuh dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.

"PDRB di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tuding Pentagon Berbohong soal Kerugian Perang: AS Rugi Empat Kali Lipat dari Klaim Resmi
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Ancam Tarif 25% untuk Mobil Eropa
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kementan Kebut Pemulihan Lahan Pascabencana, 2.020 Hektare Sawah di Sumbar Kembali Ditanami
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arsip Foto Kompas: Nasib Guru Honorer yang Tak Kunjung Pasti
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.