Tren Kecantikan: Lebih dari Sekadar Tampilan, Kini Berbasis Sains dan Keberlanjutan

herstory.co.id
1 minggu lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Industri kecantikan global kini memasuki fase baru yang ditandai oleh percepatan inovasi berbasis sains, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya perhatian terhadap transparansi dan keberlanjutan. Perubahan ini turut memengaruhi cara perempuan memandang kecantikan—tidak lagi sekadar soal tampilan, tetapi juga kesehatan kulit, keamanan bahan, hingga dampak lingkungan.

Menjawab dinamika tersebut, Martha Tilaar Group melalui anak usahanya, PT Cedefindo, kembali menghadirkan forum tahunan Future Beauty Talk (FBT) 4.0 dengan tema “Beauty Reimagined: Biotech, Wellness & The Next Cosmetic Frontier.” Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pelaku industri untuk melihat masa depan kecantikan yang lebih inovatif dan bertanggung jawab.

Acara ini akan menghadirkan Kilala Tilaar, President Director PT Cedefindo sekaligus CEO Martha Tilaar Group, sebagai keynote speaker. Turut hadir Maily dari Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC), serta Stacey Fraser, Product Development Expert dari University of Canterbury, Selandia Baru, yang akan berbagi perspektif global terkait riset dan pengembangan produk kecantikan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, PT Cedefindo juga menghadirkan inisiatif baru berupa apresiasi bagi brand dan distributor yang berkomitmen menggunakan bahan baku lokal Indonesia. Langkah ini tidak hanya mendorong pemanfaatan kekayaan alam, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan untuk mengakses produk kecantikan yang lebih natural, aman, dan berdaya saing global.

Perubahan lanskap industri kecantikan juga dipengaruhi oleh pergeseran perilaku konsumen, khususnya generasi Gen Z yang semakin kritis dan berbasis nilai. Bagi perempuan masa kini, kecantikan mencakup aspek yang lebih luas—mulai dari kesehatan, transparansi kandungan, hingga nilai keberlanjutan yang diusung sebuah produk.

Tren kecantikan pun berkembang dari natural beauty menuju ethical beauty, yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki posisi strategis berkat kekayaan biodiversitasnya, yang berpotensi besar menjadi sumber bahan baku kosmetik natural berkualitas tinggi.

Melalui Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC), riset berbasis biodiversitas terus dilakukan melalui bioprospeksi berkelanjutan. Hasilnya adalah inovasi bahan baku natural yang terstandardisasi dalam koleksi ekstrak Berto Biotech Industry, yang telah melalui pembuktian ilmiah untuk memastikan keamanan dan manfaatnya bagi konsumen.

Pengujian tersebut didukung oleh laboratorium CosEv Pro yang terakreditasi dengan metode yang mengacu pada Good Clinical Practice (GCP), sehingga setiap klaim produk memiliki dasar ilmiah yang kuat—hal yang semakin penting bagi perempuan dalam memilih produk kecantikan.

Di tingkat global, tren kecantikan juga bergerak ke arah yang lebih holistik, seperti longevity science, neurocosmetics, serta praktik keberlanjutan termasuk penggunaan bahan upcycled dan transparansi rantai pasok. Selain itu, tren seperti skinification pada perawatan rambut dan inovasi tekstur ringan dengan invisible finish menunjukkan bahwa pengalaman penggunaan kini menjadi sama pentingnya dengan hasil akhir.

Pemanfaatan bioteknologi, seperti bio-fermentasi, exosome, dan bahan aktif biomimetik, semakin memperkuat kemampuan industri dalam menghadirkan produk yang efektif, aman, dan ramah lingkungan—menjawab kebutuhan perempuan modern yang semakin selektif.

Meski peluang terbuka luas, tantangan tetap ada, mulai dari kebutuhan investasi riset hingga kesiapan industri dalam mengadopsi teknologi baru. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam ekosistem ini, PT Cedefindo hadir sebagai salah satu contract manufacturer terkemuka di Indonesia dengan spesialisasi produk makeup, personal care, parfum, aerosol, hingga herbal. Didukung fasilitas berstandar tinggi dan tim ahli, perusahaan ini memberikan pendampingan menyeluruh dari tren hingga pengembangan formula, dengan jaminan uji efikasi dan keamanan produk.

Kilala Tilaar menyampaikan bahwa melalui Future Beauty Talk 4.0, pihaknya ingin menghadirkan perspektif global yang relevan sekaligus mendorong pelaku industri kecantikan Indonesia untuk terus berinovasi dan adaptif. Ke depan, industri kecantikan tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga tentang sains, keberlanjutan, serta pemahaman yang lebih holistik terhadap kebutuhan konsumen.

Melalui forum ini, Martha Tilaar Group dan PT Cedefindo menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan Indonesia—agar semakin relevan, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan perempuan masa kini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seorang Wanita Muda Ditemukan Tewas dalam Kamar Kosnya di Makassar
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Libur Panjang, Polres Probolinggo Pertebal Pengamanan Gunung Bromo
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Usai Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya, Pasien Dipindahkan ke Ruang Lain
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Arab Saudi Kecam Tindakan Provokatif Menteri Israel di Masjid Al-Aqsa
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nasib Malang Nadiem Makarim, Pendiri Super Apps yang Dituntut Pidana 18 Tahun
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.