Kapal Hundius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik menghadapi insiden wabah hantavirus yang mengejutkan. Para korban hantavirus tersebut telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar, dan penularan antarmanusia di atas kapal tidak dapat dikesampingkan, demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/5).
(WHO) melaporkan bahwa tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal mengalami sakit. Dari tujuh pasien tersebut, tiga orang meninggal dunia.
Wabah ini pertama kali dilaporkan kepada WHO pada tanggal 2 Mei. Dari seluruh penumpang dan awak sebanyak 147 orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia. Situasinya masih terus berubah, kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove kepada awak media di Jenewa.
Satu pasien dilaporkan sedang mendapat perawatan intensif di Afrika Selatan. Dua pasien lainnya yang masih berada di kapal sedang diupayakan evakuasi medis ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Van Kerkhove menekankan bahwa situasi ini terus dipantau secara ketat. Sebagai langkah pencegahan, para penumpang diminta tetap berada di dalam kabin masing-masing sebagai langkah pengendalian penularan lebih lanjut. Selain itu, kapal dilakukan disinfeksi menyeluruh sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.
"Rencananya, dan prioritas utama kami adalah mengevakuasi secara medis kedua individu tersebut" untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan, dan tidak ada pasien lain yang menunjukkan gejala di atas kapal, ungkapnya.
Kapal tersebut dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol, dan WHO juga bekerja sama dengan otoritas Spanyol "untuk melakukan penyelidikan epidemiologis secara menyeluruh serta disinfeksi penuh terhadap kapal itu," tambahnya.
Penularan dan Masa Inkubasi HantavirusHantavirus secara umum dikenal sebagai virus yang dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus, dan menyebar melalui urine, kotoran, atau air liur hewan ini dan dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia.
Terkait dugaan asal-usul tersebut., menurut pejabat WHO Maria Van Kerkhove, pasangan suami istri yang menjadi pasien pertama kemungkinan besar sudah terinfeksi hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar di Argentina.
"Dengan mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus yang bisa berkisar antara satu hingga enam pekan, asumsi kami adalah mereka terinfeksi di luar kapal," ujarnya.
"Kami meyakini kemungkinan ada penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat", seperti pasangan suami istri dan orang lain yang berbagi kabin, katanya.
Menurut WHO, Penularan hantavirus antar manusia merupakan fenomena yang jarang terjadi. Namun, beberapa virus dalam kelompok hantavirus, khususnya virus Andes, pernah dilaporkan menular dari orang ke orang dalam kontak dekat.
Saat ini, belum ada pengobatan khusus atau antiviral spesifik yang efektif untuk hantavirus selain perawatan suportif. "Biasanya, orang akan mengalami gejala pernapasan, sehingga dukungan pernapasan sangat penting," imbuh Van Kerkhove.





