Aset Lembaga Keuangan Mikro di Ciayumajakuning Melonjak 178%, Kredit Ikut Terkerek

bisnis.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON- Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah Ciayumajakuning mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga Maret 2026.

Sejumlah indikator utama menunjukkan ekspansi kuat, terutama pada sisi aset dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), meskipun penyaluran pinjaman juga meningkat dalam periode yang sama.

Data otoritas pengawas sektor jasa keuangan menunjukkan aset LKM tumbuh 178,14% secara tahunan (yoy) menjadi Rp54,84 miliar. Pada saat yang sama, penghimpunan DPK naik 72,94% yoy menjadi Rp23,54 miliar. Sementara itu, pinjaman yang disalurkan meningkat 76,03% yoy hingga mencapai Rp33,61 miliar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan mikro sebagai alternatif layanan keuangan. 

"Peningkatan ini menunjukkan adanya penguatan fungsi intermediasi LKM di daerah, terutama dalam menjangkau segmen usaha mikro dan kecil,” ujar Agus, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan pada sisi aset tidak terlepas dari optimalisasi penghimpunan dana masyarakat yang terus didorong oleh LKM. Selain itu, ekspansi penyaluran pinjaman juga menjadi indikator bahwa permintaan pembiayaan di sektor mikro masih cukup tinggi.

Baca Juga

  • Aset Negara 82 Hektare di Kabupaten Cirebon Dibuka untuk Investor
  • Kabupaten Cirebon Bidik Pemeriksaan 16.000 Hewan Kurban Jelang Iduladha
  • Pemprov Jabar Sepakati Merger Dua BPR di Cirebon, Aset Diproyeksi Tembus Rp1 Triliun

Namun demikian, Agus mengingatkan agar pertumbuhan tersebut tetap diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian. Menurut dia, peningkatan penyaluran pinjaman perlu diikuti dengan manajemen risiko yang memadai untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan. 

"Kami terus mendorong penguatan tata kelola agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di wilayah yang sama menunjukkan tren yang lebih moderat. Hingga Maret 2026, aset LKMS tercatat tumbuh 0,88% yoy menjadi Rp35,64 miliar. Di sisi lain, pembiayaan yang disalurkan mengalami penurunan 2,36% yoy menjadi Rp17,55 miliar.

Penghimpunan DPK pada LKMS tercatat sebesar Rp10,47 miliar. Meski tidak mengalami lonjakan seperti LKM konvensional, capaian tersebut dinilai masih mencerminkan stabilitas sektor keuangan mikro berbasis syariah di daerah.

Agus menilai, perbedaan laju pertumbuhan antara LKM dan LKMS dipengaruhi oleh karakteristik pasar dan preferensi masyarakat. Menurut dia, sektor syariah memiliki segmen tersendiri yang cenderung lebih stabil, namun tidak selalu agresif dalam ekspansi pembiayaan.

“LKMS tetap memiliki peran strategis, khususnya dalam menyediakan layanan keuangan yang sesuai prinsip syariah. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan literasi dan inklusi agar penetrasinya bisa lebih luas,” ujarnya.

OJK Cirebon, lanjut Agus, akan terus memperkuat pengawasan serta mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan baik pada LKM maupun LKMS. 

Upaya ini dilakukan untuk memastikan lembaga-lembaga tersebut mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi serta memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian daerah.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi salah satu fokus pengembangan ke depan. Agus menyebutkan bahwa adopsi teknologi dapat membantu memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan efisiensi operasional lembaga keuangan mikro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas UBS-Galeri24-Antam Turun pada Akhir Pekan
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mentan sebut RI kian diperhitungkan usai ekspor pupuk ke Australia
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
PLN Lampung sebut seluruh kendaraan operasional telah berbasis listrik
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump Dinilai Bawa Sinyal Positif bagi Ekonomi Global
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Waka BGN: Temukan Penipuan SPPG? Hubungi Hotline SAGI 127
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.