PKB Minta PDIP Tegas: Pilih Koalisi atau Oposisi, Jangan Abu-abu

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, mendesak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk segera mengambil sikap tegas terkait posisi politiknya. Ia meminta partai berlambang banteng itu untuk tidak bersikap 'abu-abu' antara memilih berkoalisi dengan pemerintah atau menjadi oposisi.

Pernyataan ini disampaikan Jazilul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, menanggapi isu keterlibatan salah seorang tokoh kader PDIP dalam aksi demonstrasi bersama mahasiswa baru-baru ini. Menurutnya, kejadian tersebut semakin menegaskan pentingnya kejelasan sikap dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

"Kalau memang ingin berada di luar pemerintahan, silakan. Tetapi jangan bersikap abu-abu. Itu yang saya maksud," kata Jazilul.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Jazilul menekankan bahwa partai-partai yang saat ini berkoalisi dengan pemerintah sedang bekerja keras untuk mewujudkan janji Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, persatuan dan soliditas adalah kunci agar seluruh program dapat berjalan sesuai target.

Selama ini, ia menyatakan bahwa partai politik di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Oleh karena itu, ia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.

"Posisi PDIP saat ini masih belum tegas. Sebagai partai penyeimbang itu seperti apa? Perlu diperjelas. Berbagai kejadian yang ada justru semakin penting untuk memastikan posisi tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, Jazilul mengaku akan lebih menghargai jika PDIP menyatakan sikap atau posisi yang tegas. Ia berharap tidak ada perbedaan antara sikap resmi partai dengan kenyataan di lapangan.

"Sikap yang tegas tentu lebih kami hargai daripada mengatakan A tetapi yang dikerjakan B," tegasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Negara Bongkar Bukti Tahun 1958, Ini Status Asli Hotel Sultan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Dibuka Terkoreksi 0,46% ke Level 6.191, Rupiah Rp 17.762 per Dolar AS
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Berita Populer: Ciri Mobil Bekas Bermasalah; Manfaat SIM Digital
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Wisata Pantai Tulungagung Dilarang Tarik Tiket Masuk, Ini Penyebabnya
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.