Komandan Operasi KKB Yahukimo Tewas Ditembak Saat Penangkapan, Aparat Ungkap Kronologi Pengejaran di Dekai

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Yahukimo menindak AP alias Y alias AS, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjabat sebagai Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (Danopsyon HSSBI) Kodap XVI Yahukimo, hingga tewas dalam operasi penangkapan di kawasan Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (17/6/2026).

AP diketahui merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang selama ini dicari aparat keamanan karena diduga terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo.

Kasatgas Humas ODC Yusuf Sutejo mengatakan, "Personel sempat dua kali memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan sehingga dilakukan penembakan sesuai SOP."

Penggeledahan dan Pengembangan Informasi

Sebelum melakukan penangkapan terhadap AP, tim gabungan lebih dahulu menggeledah sebuah rumah yang diduga menjadi markas dan tempat persinggahan anggota HSSBI Kodap XVI Yahukimo di belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai.

Dari hasil penggeledahan tersebut, aparat mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta berbagai perlengkapan lain yang diduga terkait aktivitas kelompok bersenjata.

Dalam operasi itu, aparat juga mengamankan seorang pria berinisial HS (28).

HS kemudian dimintai keterangan terkait jaringan dan aktivitas kelompok tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, HS mengaku menyimpan amunisi yang diduga berasal dari salah satu anggota kelompok HSSBI.

Keterangan HS selanjutnya digunakan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Setelah penggeledahan dan pengumpulan informasi, aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan AP di wilayah Pos Kilo 6, Distrik Dekai.

Kronologi Pengejaran dan Dugaan Keterlibatan Kasus Penembakan

Menurut aparat, AP terlihat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Logpon sebelum dilakukan upaya penghentian oleh petugas.

Yusuf Sutejo mengungkapkan, "Target AP terlihat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Logpon dan saat dihentikan yang bersangkutan tidak mengindahkan dan langsung lari masuk hutan dengan meninggalkan motornya."

Aparat menyebut AP meninggalkan sepeda motornya lalu melarikan diri ke dalam hutan sehingga tim gabungan melakukan pengejaran.

Menurut aparat, dua kali tembakan peringatan telah diberikan sesuai prosedur sebelum dilakukan tindakan tegas dan terukur karena AP tetap melarikan diri.

Dalam operasi tersebut, AP dinyatakan meninggal dunia.

Yusuf Sutejo mengatakan, "Dalam operasi tersebut, AP dinyatakan meninggal dunia, kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut."

Jenazah AP kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut aparat, AP diduga terlibat dalam penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April 2026.

Dalam peristiwa itu, Alexander Angket mengalami luka tembak di bahu kanan.

Naldy Magosa mengalami luka tembak di paha kiri.

AP juga diduga terlibat dalam penembakan terhadap Suhardin di kawasan Ruko Blok A, Dekai, pada 30 April 2026.

Aparat menyebut peluru dalam kejadian tersebut tidak mengenai korban.

Proyektil peluru dilaporkan mengenai spidometer sepeda motor yang digunakan korban.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamensesneg Sebut Pemerintah Jamin Nasib Karyawan Eks Hotel Sultan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Setelah Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Mandul saat Portugal Ditahan Kongo 1-1
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Hak Bertemu Anak Jadi Kunci Damai Ruben Onsu dan Sarwendah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Mengintip Perkembangan Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
2 Terdakwa Kasus Sabu 58 Kg di Jambi Dituntut Penjara Seumur Hidup
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.