Tes berbasis komputer (CAT) Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai banyak keluhan. Para peserta tes mengeluh jawaban CAT tiba-tiba berubah sendiri. Menanggapi hal itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) buka suara terkait gangguan teknis tersebut.
Wisudo Putro Nugroho selaku Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN meminta agar peserta tetap tenang. Pihaknya mengakui adanya beberapa masalah teknis yang terjadi di lapangan.
Di antaranya adalah durasi penyelesaian soal ujian yang menjadi tantangan peserta seleksi. Dia meminta agar peserta tetap tenang dan tidak mengklik jawaban secara cepat dan berulang.
"Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip dari Detik Finance, Jumat (8/5/2026).
Gangguan pada Tes CAT Manajer Kopdes Laporan Peserta TesBeberapa peserta ujian melaporkan adanya gangguan teknis selama ujian CAT berlangsung. Kasus yang paling banyak diunggah di media sosial memperlihatkan kejadian di mana jawaban yang telah diisi peserta tiba-tiba berubah secara otomatis tanpa intervensi mereka.
Video dan testimoni peserta yang mengunggah peristiwa tersebut menjadi viral dan menimbulkan perdebatan publik tentang kehandalan sistem yang digunakan.
Merespon hal itu, Wisudo menyarankan agar peserta memberi jeda waktu dan membiarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal supaya tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu saat proses kirim jawaban ke server.
Dampak Gangguan pada Proses SeleksiGangguan teknis yang terjadi menyebabkan keresahan dan keprihatinan dari publik yang mempertanyakan integritas dan keadilan proses seleksi yang sudah dijalankan dengan metode CAT.
Wisudo pun menjawab keresahan publik tersebut. Menurutnya, sistem CAT telah melalui berbagai pengujian untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam seleksi. Karenanya, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses dengan memahami aturan serta menerapkan strategi yang tepat.
"Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024," terang Wisudo.
Klarifikasi BKN Penggunaan Fasilitas BKN di 26 provinsiBKN menginformasikan bahwa pelaksanaan ujian CAT manajer Kopdes menggunakan fasilitas kantor regional BKN yang tersebar di 26 provinsi.
Fasilitas ini telah dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak yang memadai untuk mendukung proses ujian secara terpusat dan serentak. Strategi ini dipilih untuk menjangkau berbagai daerah sekaligus menjaga standarisasi proses teknis ujian yang dilakukan.
Peristiwa Perubahan Jawaban pada SistemMengenai laporan gangguan yang menyebabkan perubahan jawaban otomatis peserta, BKN memberikan penjelasan teknis bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui akar masalah yang muncul.
BKN mengklaim bahwa hal tersebut merupakan kejadian yang tidak diharapkan dan bukan merupakan kesengajaan. Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Selain itu, BKN juga berencana meningkatkan monitoring dan pengecekan sistem secara real-time selama pelaksanaan ujian.
Perbaikan Gangguan TeknisSebagai satuan kerja yang bertanggung jawab atas infrastruktur ujian CAT, BKN segera menyiapkan langkah-langkah teknis dan manajerial untuk menelusuri masalah gangguan. Upaya ini meliputi audit perangkat lunak, perbaikan sistem keamanan, hingga peningkatan kapasitas server dan jaringan internet.
BKN juga membuka kanal komunikasi langsung dengan peserta ujian untuk menerima laporan secara cepat dan menindaklanjuti keluhan tersebut. Selain itu, BKN memastikan ada prosedur khusus untuk penanganan jika terdapat peserta yang merasa dirugikan akibat gangguan tersebut.
Tanggapan WamenkopSementara itu, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah secara resmi mengakui adanya laporan gangguan teknis pada pelaksanaan ujian CAT manajer Kopdes. Dalam konferensi pers, Farida menegaskan bahwa Kementerian Koperasi sudah mengetahui keluhan yang beredar di media sosial dan berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait demi klarifikasi yang transparan.
Sebagai pelaksana teknis penyelenggaraan ujian CAT, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi mitra utama yang diajak berkoordinasi oleh Kementerian Koperasi.
"Laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah PNRB. Hasilnya adalah itu tadi, klarifikasi dan penjelasan dari BKN," ucap Farida saat Konferensi Pers di kantornya, dikutip dari Detik, Jumat (8/5/2026).
Wamenkop menyebutkan bahwa pihaknya, melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) mengawal pelaksanaan ujian agar berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi kecurangan.





