Gagal Saingi Kecepatan Veda Ega Pratama di Lintasan Basah Moto3 Prancis, Hakim Danish Mengaku Kurang Pede

harianfajar
23 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JEREZ – Pembalap Malaysia, Hakim Danish, gagal menyaingi kecepatan Veda Ega Pratama di Moto3 Prancis 2026. Dia mengaku kurang percaya diri (pede) dalam balapan di lintasan basah, Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, Minggu (10/5/2026). Meski memulai balapan dengan cukup baik dan sempat berada di posisi keenam, Danish akhirnya harus puas finis di posisi ke-10.

Danish yang berusia 18 tahun asal Trengganu mengaku bahwa kondisi lintasan basah menjadi kendala utama dalam balapan kali ini. “Saya memulai balapan dengan baik dan berusaha tetap bersama grup terdepan,” katanya dalam laman resmi ZK Racing.

“Namun, hal itu cukup sulit karena saya tidak merasa sepenuhnya percaya diri saat mengendarai motor di lintasan basah.”

Lebih lanjut, Danish menjelaskan bahwa setelan motor yang digunakan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi basah sehingga membuatnya sulit untuk tampil maksimal. “Saya berusaha mempertahankan kecepatan dan posisi saya karena jika saya memaksakan diri terlalu keras, risiko terjatuh dalam balapan ini sangat tinggi,” bebernya.

Persiapan Terbatas dan Fokus ke Balapan Berikutnya

Danish menambahkan bahwa timnya tidak memiliki sesi latihan atau data dalam kondisi basah sebelum balapan sehingga menjadi tantangan tersendiri menghadapi lintasan basah secara langsung.

“Secara keseluruhan, saya sangat percaya diri sepanjang akhir pekan setiap kali lintasan kering karena setelan motor bekerja dengan sangat baik. Namun untuk balapan ini, kami tidak memiliki sesi latihan atau data dalam kondisi basah sebelum langsung terjun ke balapan dalam situasi tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, ia bertekad mengambil sisi positif dari pengalaman ini dan terus bekerja keras. “Saya akan mengambil semua hal positif dari akhir pekan ini dan terus bekerja keras dalam persiapan untuk balapan berikutnya di Catalunya,” pungkasnya.

Evaluasi dari Mentor dan Harapan ke Depan

Mentor Hakim Danish, legenda balap Malaysia Zulfahmi Khairuddin, mengakui bahwa penampilan anak didiknya kurang optimal di lintasan basah meskipun impresif saat lintasan kering.

“Pekan ini berjalan positif bagi Hakim Danish di Le Mans. Dalam sesi latihan dan kualifikasi, kami berhasil menunjukkan performa yang baik dan Hakim berada di grup yang kompetitif,” katanya.

Namun, Zulfahmi menegaskan bahwa saat balapan di tengah hujan, Danish kehilangan feeling yang baik. “Namun, begitu balapan dimulai, ‘feeling’ Hakim Danish tidak ada,” jelasnya.

“Sebagai pembalap, saat balapan di tengah hujan dan tidak memiliki kepercayaan diri atau feeling yang baik terhadap motor, sulit untuk balapan dengan performa 100 persen. Jadi target kami hari ini ketika ‘feeling’ tidak begitu baik adalah untuk tetap kuat dan Hakim berhasil menyelesaikan balapan, sementara kami melihat banyak pembalap lain terjatuh.”

Zulfahmi juga menyampaikan rasa syukurnya karena Danish berhasil menyelesaikan balapan dan membawa pulang enam poin. “Saya yakin jika kami dapat menghasilkan setup yang lebih baik selama balapan, Hakim akan mampu mendapatkan hasil yang lebih baik,” pungkasnya.

“Namun, kami juga tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi karena hampir setengah dari pembalap terjatuh hari ini. Bagaimanapun, posisi ke-10 bukanlah hasil yang buruk dan saya berharap di masa depan Hakim akan mampu tetap kompetitif baik dalam kondisi hujan maupun kering.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar RS Rujukan Hantavirus di Seluruh Indonesia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli bersama Kemnaker dan Dunia Usaha
• 15 jam laludisway.id
thumb
Foto: 50 Pasangan Yatim Piatu Ikuti Pernikahan Massal di Gaza
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
• 7 jam laluterkini.id
thumb
AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.