JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pemerintah Indonesia menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak perlu panik dengan adanya temuan Virus Hanta atau Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Merebaknya virus hanta di kapal pesiar tersebut setidaknya telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia sehingga menimbulkan kepanikan akan terjadinya pandemi baru.
Meski sudah memakan korban jiwa, WHO menyatakan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah karena karakteristik Hantavirus sangat berbeda dengan Covid-19 yang sempat melumpuhkan dunia enam tahun lalu.
Bukan pandemi baruWHO menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius bukan merupakan awal dari pandemi baru.
Baca juga: Antisipasi Hantavirus, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional
Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menjelaskan bahwa karakteristik penyebaran hantavirus sangat berbeda dengan Covid-19.
Menurutnya, hantavirus menyebar melalui kontak yang dekat dan erat, sebagaimana dilansir BBC, Kamis (7/5/2026).
"Ini bukan Covid-19, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat, sangat berbeda," ujar Van Kerkhove dalam pengarahan pers pada Kamis waktu setempat.
Kemenkes identifikasi satu WNASejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru mengidentifikasi seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat, telah berkontak erat dengan penumpang terjangkit Hantavirus di kapal pesiar tersebut.
Pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB, Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang menyatakan, seorang WNA laki-laki berusia 60 tahun berdomisili di Jakarta Pusat, berkontak erat dengan korban di kapal pesiar.
Baca juga: Empat Negara Masuk Radar Pengawasan Hantavirus di Bandara Soekarno-Hatta
WNA tersebut sebelumnya melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Argentina pada 18 sampai 30 Maret.
Kemudian, pada 31 April, WNA itu berkontak erat dengan penumpang yang terpapar saat ia tiba di Ushuaia Argentina, kota di mana kapal cruise Hondius tersebut melakukan perjalanan.
Setelah mengetahui itu, Kemenkes langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan riwayat perjalanan hingga pemeriksaan kesehatan lanjutan untuk pencegahan.
Kemenkes juga mengambil spesimen dari serum, urine, saliva, usap tenggorok, whole blood (darah lengkap) WNA tersebut.
"Sekali lagi kabar baiknya dari orang asing ini bahwa hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni, dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).
Kemenkes telah meminta Puskesmas Kecamatan Senen memantau secara berkelanjutan terkait pasien WNA yang berkontak erat tersebut sesuai arahan isolasi kontak erat dari WHO.
Baca juga: Kemenkes Minta Kontak Erat Kasus Hantavirus Jalani WFH dan Karantina





