Surabaya (beritajatim.com) – Dalam standar kecantikan modern, sering kali muncul tuntutan yang tidak realistis mengenai tekstur kulit manusia. Kita terbiasa melihat tampilan kulit porselen yang licin tanpa celah di media sosial, hingga muncul kekhawatiran saat menemukan garis-garis halus di permukaan tubuh sendiri.
Faktanya, kemunculan stretch mark atau yang kini lebih tepat disebut sebagai growth marks adalah bagian dari spektrum pertumbuhan tubuh yang sangat normal. Fenomena ini tidak mengenal gender; baik perempuan maupun laki-laki dapat memilikinya sebagai jejak dari perjalanan fisik yang dinamis.
Penting untuk ditegaskan bahwa kehadiran stretch mark sama sekali tidak berkaitan dengan kurangnya perawatan diri, apalagi sekadar masalah obesitas. Garis ini merupakan proses fisiologis nyata di mana serat kolagen dan elastin di bawah kulit meregang lebih cepat daripada elastisitas kulit itu sendiri. Kondisi ini dialami oleh remaja laki-laki yang mengalami lonjakan tinggi badan drastis, para atlet yang mengalami perkembangan massa otot pesat, hingga perempuan dalam masa kehamilan. Artinya, memiliki growth marks adalah variasi alami dari adaptasi tubuh, bukan sebuah “cacat” estetika.
Lantas, bagaimana kita mengenali karakteristik growth marks ini secara objektif dan apakah mereka bisa benar-benar hilang? Indikator pertama dapat dilihat dari evolusi warnanya. Pada tahap awal, garis ini biasanya muncul dengan warna kemerahan atau ungu (Striae Rubra). Seiring berjalannya waktu, warna ini akan memudar secara alami menjadi putih atau perak (Striae Alba).
Namun, penting untuk dipahami secara jujur bahwa secara medis, stretch mark jarang bisa hilang secara total 100%. Hal ini dikarenakan stretch mark merupakan bentuk jaringan parut yang terletak di lapisan dermis (kulit dalam). Meski tidak bisa lenyap sepenuhnya, teksturnya dapat sangat memudar dan tersamarkan hingga hampir tidak terlihat dengan bantuan hidrasi yang konsisten, penggunaan produk topikal yang tepat, atau prosedur dermatologis tertentu.
Menghadapi perubahan fisik ini, kunci utamanya adalah memberikan apresiasi pada kulit yang telah melindungimu sejauh ini. Setiap individu adalah pribadi yang hebat; di balik garis-garis yang mungkin membuat Anda ragu saat bercermin, tersimpan cerita tentang tubuh yang hidup, bekerja keras, dan terus bertumbuh. Menjaga kelembaban kulit dengan penggunaan body oil atau pelembab bukan bertujuan untuk menghapus paksa sejarah pertumbuhan Anda, melainkan bentuk kasih sayang agar kulit tetap elastis, sehat, dan nyaman dalam menjalankan fungsinya.[Devi Dwi Windah Sari]




